Ini Kata Kepala BI Sumbar Soal CBP Rupiah, Gen Z Mesti Melek!

Satu pohon pajangan yang ada di Museum BI di Jakarta, memperlihatkan tampilan fisik lembaran Rupiah di beberapa periode. (Foto: YEYEN/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah merupakan program Bank Indonesia (BI) yang diembuskan untuk menanamkan kecintaan dan pemahaman di seluruh generasi bahwa mata uang Rupiah adalah lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui CBP, BI ingin mengedukasi seluruh masyarakat Indonesia untuk semakin menghargai dan mampu merawat Rupiah, dan tak lepas mampu mengalokasikan penggunaannya dengan bijak.

Bacaan Lainnya

Disampaikan oleh Kepala Perwakilan Kantor BI Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Endang Kurnia Saputra, pada SumbarFokus.com, baru-baru ini, Cinta Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain Rupiah, memperlakukan Rupiah secara tepat, dan menjaga dirinya dari kejahatan uang palsu.

“Mencintai Rupiah ini bisa dengan cara mengenali, merawat, dan menjaganya,” sebut Endang.

Menurutnya, generasi muda, terutama di zaman sekarang yang didefinisikan sebagai generasi Z, sangat penting diedukasi mengenai CBP.

“Sangat-sangat penting. Ini mengingat generasi Z dan Alfa adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus paham bahwa Rupiah diperoleh dari hasil perjuangan bangsa, terutama para pendiri bangsa ini (founding fathers) dan para pahlawan RI,” Endang menekankan.

Selanjutnya, bangga terhadap Rupiah, dijelaskan Endang, adalah lebih kepada bangga bahwa Rupiah itu merupakan identitas dan simbol bangsa. Bangga akan Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan, dan pemersatu bangsa.

“Yang tak kalah penting, selanjutnya, adalah memahami Rupiah. Terutama untuk generasi muda seperti generasi Z saat ini, memahami Rupiah artinya memahami bagaimana menggunakan Rupiah, misalnya ditabung dengan bijak daripada dihambur-hakburkan untuk kepentingan hedonisme atau konsumtif lainnya.

Untuk membuat generasi muda melek CBP, ditegaskan Endang, butuh upaya berbagai pihak. Semua sektor bahkan perlu mengedukasi SDM-nya terkait CBP, dan ini bukan hanya tugas lembaga pendidikan, tapi juga jalur lainnya.

“CBP akan mendukung kekuatan NKRI ke depan. Kekuatan RI sendiri ditopang oleh kekuatan ekonomi. Jika nilai tukar Rupiah stabil, itu indikator bahwa ekonomi Negara semakin stabil”

Ditambahkan Endang, mencintai Rupiah dengan kebijakan memahami dan menggunakannya juga merupakan bukti anak bangsa membela kekokohan Tanah Air di tengah masyarakat internasional.

“Inilah cara bela negara tanpa senjata,” tegasnya. (003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait