āPada saat itu, instalasi pipa distribusinya belum memadai. Kemudian biaya operasional karena menggunakan daya listrik PLN juga belum bisa dikoordinasikan. Pemerintah daerah saat itu menyediakan bangunan, sedangkan biaya operasional belum ada. Swadaya masyarakat juga belum ada inisiatif untuk itu,ā ujar Ari.
Kini, kondisi kekeringan membuat pengurus Pamsimas dan warga kembali melihat fasilitas tersebut sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Namun, untuk mengoperasikan kembali fasilitas yang telah lama tidak digunakan, sejumlah perbaikan harus dilakukan. Berdasarkan pengecekan bersama warga, perbaikan mencakup jaringan listrik, mesin pompa sumur bor, pemeliharaan pompa, pengujian kualitas air, serta pemeriksaan instalasi pipa induk dan jaringan distribusi menuju rumah-rumah warga.
āUntuk mengoperasikan kembali banyak perbaikan yang harus dilakukan. Kami akan melakukan tahapan-tahapan, seperti memperbaiki jaringan listrik, melakukan maintenance pompa, menguji kembali kualitas air, serta memeriksa instalasi pipa induk dan jaringan untuk mengalirkan air ke rumah-rumah,ā kata Ari.
Ari menyebut, kebutuhan biaya perbaikan dan operasional akan diupayakan melalui swadaya masyarakat. Pengurus Pamsimas juga akan berkoordinasi dengan pemerintah nagari serta pemangku kepentingan terkait, termasuk Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya.
Untuk mengetahui kebutuhan anggaran, pengurus berencana melakukan pengecekan harga material pada Senin (21/9/2026), termasuk ke toko listrik dan toko bangunan. Setelah kebutuhan material dan pekerjaan teridentifikasi, biaya yang diperlukan untuk menghidupkan kembali fasilitas Pamsimas akan dihitung.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





