Mengukir Sejarah 114 Tahun PT Semen Padang, Terus berkontribusi untuk Negeri

PT Semen Padang pada Senin, 18 Maret 2024, genap berusia 114 tahun. (Foto: Semen Padang/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

PT Semen Padang pada Senin, 18 Maret 2024, genap berusia 114 tahun. Perusahaan yang didirikan pada 18 Maret 1910 ini dan dinasionalisasi pemerintah Indonesia pada 5 Juli 1958 itu telah menapaki perjalanan yang gemilang selama 114 tahun, memberikan kontribusi yang berarti dalam pembangunan negeri.

Bacaan Lainnya

“Hari ini PT Semen Padang memperingati ulang tahun pendirian pabrik yang ke-114 tahun. Artinya lebih dari 1 abad berdiri di tengah-tengah masyarakat. Perjalanan panjang ini, telah memberikan bukti bahwa PT Semen Padang bisa melewati berbagai situasi, bahkan kita dapat survive dalam situasi paling sulit sekalipun,” kata Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra pada acara syukuran 114 tahun PT Semen Padang, di Gedung Serba Guna, Senin (18/3/2024).

Acara itu dihadiri oleh Komisaris Utama PT Semen Padang Mohammad Agus Samsudin, Komisaris, Werry Darta Taifur dan Khairul Jasmi, Direktur Keuangan dan Umum, Oktoweri, Direktur Operasi, Pri Gustari Akbar, Penasehat Direksi, Dewan Komite, jajaran staf pimpinan, serta karyawan/karyawati Semen Padang.

Syukuran 114 tahun PT Semen Padang itu diisi dengan serangkaian kegiatan yang dimulai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2024-2026 antara PT Semen Padang dengan Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP), Penyerahan Penghargaan Kesetiaan Kerja kepada 317 Karyawan dengan masa kerja 25 tahun, 30 tahun dan 35 tahun. Kemudian, penyerahan santunan kepada Anak Yatim dan Disabilitas, Tausyiah dengan mendatangkan Ustadz Kondang Sumbar Buya Ristawardi Datuak Marajo Nan Batungkek Ameh dan ditutup dengan Buka Puasa Bersama.

Indrieffouny Indra menyampaikan syukur atas perjalanan panjang yang telah dilewati perusahaan, mampu melewati berbagai masa sulit dari waktu ke waktu.
“Alhamdulillah berkat dari usaha, kerja keras dan ketekunan semua insan perusahaan, dukungan seluruh stakeholders dan rahmat Allah Swt, perusahaan ini masih terus hadir di masyarakat dan Insya Allah ke depan, perusahaan kita ini akan terus eksis di industri semen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, acara peringatan HUT ke-114 PT Semen Padang ini mengambil tema “Stronger in Unity”. “Artinya kita kuat secara bersama dan ini telah kita buktikan, diharapkan semangat ini agar terus ada bersama kita, sehingga kita akan terus semakin kuat dan perusahaan ini akan terus semakin maju,” kata dia.

Arief, demikian Dirut PT Semen Padang itu biasa disapa, berharap peringatan pendirian pabrik di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, mudah-mudahan memberikan kekuatan kepada semua insan Semen Padang agar mampu menghadapi tantangan industri bahan bangunan yang kian menantang, bersama-sama dengan produsen semen nasional lainnya di bawah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, atau SIG.

Perusahaan merayakan pendirian pabrik di tengah masyarakat yang tertimpa bencana di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Pesisir Selatan. Mungkin di antara insan PT Semen Padang ada yang berasal dari daerah tersebut dan saat ini keluarga-keluarganya di kampung sedang mengalami kesulitan akibat bencana.

“Mari kita bersama-sama untuk mendoakan agar mereka diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah. Alhamdulillah PT Semen Padang melalui tim tanggap darurat telah turun sejak awal kejadian bencana tersebut, langsung ke masyarakat dan hari Minggu kemarin kami bersama staf telah mengunjungi langsung beberapa lokasi. Bapak Bupati dan Camat yang kita kunjungi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan perusahaan,” ujarnya.

Komisaris PT Semen Padang Werry Darta Taifur dalam sambutannya juga mengucapkan rasa syukur atas rahmat Allah Swt, PT Semen Padang bisa berumur 114 tahun.
“PT Semen Padang sudah berumur 114 tahun, kalau dibayangkan sudah berapa hasil yang diperoleh setiap tahunnya. Ini adalah suatu rahmat dan keberuntungan yang luar biasa,” kata Werry.

Ia mengatakan, PT Semen Padang masih bisa diandalkan dan berkontribusi yang banyak untuk pembangunan Sumatera Barat dan khususnya untuk daerah-daerah di sekitar pabrik ini.

“Kita yang hadir pada hari ini tentu juga sudah dapat dipastikan menerima banyak hal dari PT Semen Padang, apa yang kita terima itu berhubungan erat dengan apa yang kita lakukan. Oleh sebab itu setiap kita harus untuk memperbaiki diri, agar apa yang telah dicapai hari ini bisa ditingkatkan untuk masa yang akan datang,” katanya.

“Semua itu sangat tergantung dari upaya insan PT Semen Padang masing-masing. Memang kemajuan PT Semen Padang banyak tergantung dari faktor eksternal, tetapi faktor internal sendiri adalah faktor yang paling menentukan untuk bisa bertahan dan bisa maju untuk di masa yang akan datang,” ujarnya.

Mantan Rektor Universitas Andalas itu berharap, kedepannya, masa untuk lebih berkembang di berbagai upaya yang telah diusahakan.

“Kita juga mengucapkan selamat kepada seluruh karyawan yang hari ini mendapat penghargaan kesetiaan kerja. Mudah-mudahan penghargaan yang diperoleh menjadi dorongan bagi yang lain untuk bisa juga memperolehnya,” ujarnya.

Ketua Umum Serikat Pekerja Semen Padang Faisal Arif usai penandatanganan PKB PT Semen Padang mengatakan, pihaknya bersyukur karena bertepatan pada hari jadi PT Semen Padang yang ke 114, pihaknya juga bisa mengadakan penandatanganan PKB untuk periode 2024-2026. PKB PT Semen Padang yang baru dilakukan ini, merupakan rangkaian panjang dengan melalui beberapa kali tahapan perundingan, antara tim perunding dari SPSP dan tim perunding dari PT Semen Padang.

Pada kesempatan itu diserahkan penghargaan kesetiaan kerja secara simbolis kepada 317 Karyawan dengan masa kerja 25, 30 dan 35 tahun oleh Direksi PT Semen Padang.

Afdal Yusra, sebagai satu-satunya karyawan yang mendapat penghargaan kesetiaan kerja 35 tahun mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang. Afdal memulai karirnya dengan membela Semen Padang FC (SPFC) dan kemudian diangkat menjadi karyawan tetap PT Semen Padang sejak tahun 1 Januari 1989.

Ia mengaku, bekerja di pabrik semen terbesar di Sumbar ini banyak suka daripada dukanya. “PT Semen Padang dan SPFC merupakan rumah kedua bagi saya yang telah memberi kehidupan yang sangat layak buat dirinya dan juga keluarga. Karena, sejak bergabung dengan SPFC hingga diangkat menjadi karyawan PT Semen Padang, berbagai kenikmatan telah banyak diraih,” katanya.

Karir Afdal Yusra sebagai karyawan PT Semen Padang berjalan mulus, bahkan pada tahun 2016, Afdal meraih penghargaan sebagai karyawan teladan.

Setelah tidak lagi memperkuat SPFC, pada tahun 1998 ia dipindahkan ke Departemen Penjualan dan dipindahkan lagi ke Departemen Tambang.

“Lalu ditarik lagi ke PT Kabau Sirah Semen Padang dan tahun 2000 dipindahkan lagi ke Departemen SDM. Terakhir pada tahun 2001 dipindahkan ke Unit Pengamanan hingga masa purna tugas pada Maret 2024 ini,” ujarnya.

Setelah penghargaan kesetiaan kerja dilakukan penyerahan Santunan Anak Yatim dan Disabilitas senilai Rp18.200.000 untuk 2 panti asuhan yakni Panti Asuhan Syafri Musa Mentawai sebanyak 50 orang dan Panti Belaian Kasih Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) sebanyak 41 orang.

Acara kemudian dilanjutkan tausyiah oleh Buya Ristawardi Datuak Marajo Nan Batungkek Ameh. Buya Ristawardi yang pernah berdinas di PT Semen Padang selama 35 tahun itu banyak memberikan nasehat kepada insan PT Semen Padang untuk senantiasa bersyukur dan menghindari perbuatan dosa.

Setelah tausyiah, acara syukur 114 tahun PT Semen Padang dilanjutkan dengan doa bersama, buka bersama, shalat Magrib. Selanjutnya dilakukan pemotongan kue ulang tahun. (000/sp)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait