Kehadiran kawasan tersebut dinilai dapat membuka peluang usaha, menyerap tenaga kerja lokal, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan percepatan pembangunan kawasan garam menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat agar hasilnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri,” katanya.
K-SIGN merupakan proyek milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dikembangkan sebagai pusat produksi garam nasional. Pembangunan kawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi garam dalam negeri sekaligus mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada garam nasional.
Melalui pembangunan infrastruktur K-SIGN, PT Nindya Karya mengambil bagian dalam pengembangan kawasan industri garam yang ditargetkan mampu memperkuat produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap garam impor. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





