JAKARTA (SumbarFokus)
Danantara Housing Expo 2026 mencatat capaian transaksi sekitar Rp2 triliun selama empat hari penyelenggaraan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2. Pameran perumahan BUMN tersebut juga menarik sekitar 40 ribu pengunjung dan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp2,5 triliun.
Danantara Housing Expo 2026 resmi ditutup pada Minggu (30/8/2026). Dalam penyelenggaraannya, tercatat lebih dari 1.000 akad pembelian rumah dengan nilai transaksi sekitar Rp2 triliun. Sementara itu, rumah subsidi menjadi salah satu segmen yang mendapat perhatian tinggi dari masyarakat.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, yang hadir dalam penutupan menyebut berdasarkan laporan yang diterimanya, transaksi rumah subsidi telah mencapai sekitar 3.000 unit.
“Transaksi rumah subsidi saja sudah mencapai sekitar 3.000 unit? Alhamdulillah, luar biasa,” katanya.
Menurut Dony, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kegiatan tersebut tidak hanya membuka akses terhadap hunian, tetapi juga mempertemukan berbagai sektor usaha dalam satu ekosistem. Danantara Housing Expo turut melibatkan sektor pembiayaan, UMKM, kuliner, hingga industri kreatif.
“Kita akan terus melanjutkan kegiatan seperti ini. Tahun depan akan kami buat lebih baik lagi,” ujar Dony dalam video yang diunggah akun Instagram @bumn_id.
Ia menilai penyelenggaraan tahun ini sudah berjalan baik, namun Danantara berencana meningkatkan skala kegiatan pada tahun mendatang.
“Sebenarnya sekarang sudah bagus dan sudah oke, tetapi tahun depan kami ingin membuatnya lebih besar,” ujarnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





