Pemkab Pasbar Gelar Advokasi Kelembagaan Program Prioritas Keamanan Nasional Pangan Terpad

Pasbar
Wakil Bupati Risnawanto, saat membuka kegiatan Advokasi Kelembagaan Program Prioritas Keamanan Nasional Pangan Terpadu di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (6/3/2023). (Foto: Ist.)

PASAMAN BARAT (SumbarFokus)

Untuk meningkatkan keamanan pangan di Kabupaten Pasaman Barat, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), melaksanakan Advokasi Kelembagaan Program Prioritas Keamanan Nasional Pangan Terpadu, yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (6/3/2023).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Risnawanto membahas tiga kajian program prioritas terkait keamanan pangan terpadu, yang diantaranya Desa/Nagari Pangan Aman, pasar pangan aman berbasis komunitas dan sekolah dengan pangan jajanan anak sekolah aman.

Dalam acara pembukaan kegiatan tersebut, Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto menyampaikan, Pemerintah Daerah dan masyarakat Pasaman Barat sangat mengapresiasi BBPOM Padang. Terkait masalah pangan yang dihadapi oleh masyarakat, dia berharap bisa diselesaikan secara bertahap dan baik.

Selain itu, Program Keamanan Pangan Terpadu yang dilaksanakan juga merupakan salah satu program prioritas nasional, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Masalah keamanan pangan merupakan masalah lama yang belum terselesaikan.

“Ini terutama ketika mulai mencari inovasi, namun masalah kebersihan pangan, bahan berbahaya dan stunting belum juga dapat diatasi,” ujar Wabup.

“Masalah utama pangan adalah persepsi masyarakat terkait pangan itu sendiri. Masyarakat mengganggap yang dilakukan selama ini adalah sesuatu yang aman dan tidak memiliki risiko apapun. Padahal masih ditemukan kasus keracunan akibat pangan, dan angka stunting yang belum dapat ditekan. Kadang kita lalai tentang keamanan pangan ini, yang tentunya berdampak kepada kesehatan. Apalagi kita sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadan dan banyak jajanan untuk berbuka puasa. Tentunya keamanan perlu kita perhatikan,” ujarnya.

Dia berharap kepada kader yang telah dibentuk dan ditunjuk di beberapa daerah hari ini, agar dapat menjalankan program yang sudah direncanakan dengan baik. Begitu juga dengan jajanan anak sekolah, yang harus dipastikan sudah aman, sehingga tidak ada lagi penyakit yang berbahaya bagi generasi muda ke depan.

Selain itu, keamanan pangan di pasar juga menjadi tugas bersama. Menurut Wabup, pasar adalah asal semua pangan dan bahan pangan, yang artinya melalui program ini, diharapkan agar pangan di Kabupaten Pasaman Barat adalah pangan yang aman dikonsumsi di semua lini.

“Maka dari itu, melalui program keamanan pangan terpadu dari Balai BPOM ini, kita berharap akan memberi hasil yang signifikan dan secara perlahan dapat memperbaiki prilaku dan persepsi masyarakat terkait keamanan pangan, baik saat mengolah pangan, menyajikan maupun ketika mengkonsumsi pangan,” pintanya.

Di akhir kegiatan advokasi, dilakukan penandatangan komitmen bersama pelaksanaan Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan Terpadu di Pasaman Barat tahun 2023. (018)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait