Sementara, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa mengatakan, PM-AAS mengusung lima prinsip utama, yakni sistem tanam rapat dalam baris, efisiensi sumber daya berbasis teknologi digital, mekanisasi pertanian, intensifikasi produksi, dan penerapan yang spesifik lokasi.
“Berbeda dengan cara bercocok tanam konvensional, PM-AAS memadukan penggunaan bibit unggul, jarak tanam rapat, pengelolaan air yang presisi, serta dukungan penuh sarana alat pertanian modern,” ujarnya.
Pemko Pariaman juga berkomitmen mendukung keberhasilan program tersebut melalui sosialisasi secara masif hingga tingkat desa serta kolaborasi lintas sektor, termasuk pemanfaatan sampah organik sebagai bahan pupuk dan pembenah tanah. (028)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





