Novel: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Struktur

Penjelasan pengertian novel
Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya. (Foto: Pin/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Pengertian Novel

Bacaan Lainnya
KPU Provinsi Sumatera Barat

Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya. Novel juga menceritakan watak serta sifat dari setiap pelaku. Novel ini berbeda dengan cerpen ya, teman-teman. Novel bersifat lebih kompleks, panjang, dan memiliki alur serta latar yang lebih beragam.

Setelah menyimak penjelasan pengertian novel di atas, simak penjelasan berikutnya mengenai ciri-ciri dan struktur novel di bawah ini.

Ciri-Ciri Novel

Supaya bisa membedakan novel dengan karya sastra lainnya, kamu bisa menyimak tujuh ciri yang ada di dalamnya, yakni:

  1. Umumnya Terdiri dari 100 Halaman atau Lebih

Jumlah kata di dalam novel lebih banyak dibanding cerita pendek. Itu sebabnya, halaman novel lebih tebal, bahkan terkadang berat untuk dibawa. Semakin kompleks cerita, semakin lama alur bergerak menuju ending. Akan tetapi, aturan ini tidak bersifat mutlak. Ada juga novel yang memiliki kurang dari 100 halaman, seperti novel ‘Dosa Kita Semua’ karya Motinggo Busye.

  1. Tema dan Alur Cerita Bersifat Kompleks

Permasalahan yang disajikan dalam novel lebih rumit dan beragam. Contohnya, novel Harry Potter karya J.K Rowlings yang menceritakan kehidupan Harry pasca ditinggal kedua orangtuanya. Cerita ini berlanjut hingga Harry bersekolah di Hogwarts, mengalami ancaman dari Pelahap Maut, bahkan terdapat kisah romansa antara Harry dan beberapa siswa di sana.

  1. Berbentuk Narasi

Novel berbentuk narasi yang diperkuat dengan hadirnya deskripsi dan percakapan. Penulis mengajak pembaca untuk membayangkan situasi yang dialami setiap tokoh secara rinci. Dialog dibuat untuk mengenal karakter para tokoh dan masalah yang dihadapi. Narasi yang dibangun dengan baik membuat pembaca tak sabar mengetahui akhir cerita.

  1. Alur Berkembang

Karena masalah yang diceritakan bersifat kompleks, alur dalam novel akan terus berkembang. Misalnya, cerita Harry Potter dibuat hingga 7 seri novel, dari ia lahir, remaja, dewasa, sampai menikah dan mempunyai anak. Alur ini juga bisa bergerak maju mundur agar pembaca memahami latar belakang kehidupan para tokoh.

  1. Mempunyai Banyak Tokoh

Novel mempunyai banyak tokoh. Tokoh protagonis, antagonis, serta figuran atau tokoh pembantu. Kehadiran mereka saling melengkapi satu sama lain, sehingga cerita lebih menarik untuk dibaca. Misalnya, dalam novel Harry Potter, pembaca diajak untuk mengenal silsilah keluarga para penyihir, guru-guru Hogwarts, hantu sekolah, sampai hewan yang ada di Hutan Terlarang.

  1. Mempunyai Banyak Latar

Tak hanya tokoh, latar di dalam novel pun beragam. Mustahil jika hanya ada 1 latar dari awal hingga akhir. Latar pada novel bisa terletak di rumah, sekolah, hutan, pantai, dan lain sebagainya. Artinya, latar tidak berdiam di satu tempat saja, tetapi bergerak.

  1. Ada Perubahan Nasib Tokoh

Hal yang ditunggu-tunggu dari novel adalah perubahan nasib yang dialami tokohnya. Apakah berakhir lebih baik atau justru sebaliknya. Pembaca berharap akhir yang memuaskan setelah membaca beratus-ratus halaman.

Struktur Novel dan Penjelasannya

Novel mempunyai enam struktur penyusun. Ada abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda.

  1. Abstrak

Abstrak adalah ringkasan isi cerita yang terdapat di bagian awal novel. Abstrak bersifat opsional, artinya boleh dicantumkan atau tidak. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan permulaan cerita atau situasi yang dialami oleh tokoh utama.

  1. Orientasi

Orientasi adalah bagian yang menjelaskan waktu, suasana, atau tokoh-tokoh yang ada dalam novel. Di sini, biasanya penulis mendeskripsikan keseharian atau aktivitas yang dijalani tokoh utama.

  1. Komplikasi

Komplikasi adalah bagian dalam novel yang menandakan urutan sebab akibat terjadinya peristiwa. Komplikasi merupakan awal mula munculnya konflik dalam cerita.

  1. Evaluasi

Evaluasi adalah klimaks atau puncak konflik pada novel. Pembaca bisa merasakan ketegangan yang dialami para tokoh di bagian ini.

  1. Resolusi

Resolusi adalah solusi atau cara penyelesaian konflik. Resolusi juga bisa disebut sebagai ending, karena penulis menceritakan bagaimana tokoh di dalam novel tersebut berakhir. Resolusi tak harus berakhir bahagia, ada pula yang berakhir tragis, atau bahkan menggantung. Semua berdasarkan kemauan si penulis.

  1. Koda

Layaknya abstrak, tak semua novel memiliki koda. Koda adalah penutup cerita yang memuat nilai-nilai moral. Jika penulis tak mencantumkan koda, maka pembaca sendiri yang menebak pesan apa yang terkandung dalam novel itu.

Itulah penjelasan pengertian novel, unsur, dan strukturnya. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait