Amsakar menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, serta Sekretaris Daerah Kota Batam segera melakukan evaluasi taktis. Langkah tersebut diperlukan agar Batam dapat kembali merebut predikat juara umum pada Popda berikutnya, setelah sebelumnya menjadi juara umum selama delapan tahun berturut-turut.
Menurut Amsakar, prestasi olahraga merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Dia mengaitkan capaian tersebut dengan kemajuan Batam pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Dia juga menyinggung keberhasilan Batam meraih juara secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir pada ajang STQ dan MTQ. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam pada 2025 disebut mencapai 83,8 atau tertinggi di Provinsi Kepri.
Kemajuan tersebut, kata Amsakar, juga mendapat pengakuan melalui dua penghargaan yang diterima Batam dalam dua hari terakhir, yakni penghargaan Pemimpin Daerah Terpuji kategori Pengembangan Ekonomi dari iNews TV dan Anugerah Ekonomi Terpuji dari Detik.
“Mari kita hentikan narasi kontraproduktif, rasa saling curiga, dan komentar spekulatif tanpa pemahaman komprehensif. Mari bergandengan tangan demi menjaga iklim pembangunan Batam yang makin kondusif,” imbaunya.
Sementara itu, bonus bagi atlet diberikan berdasarkan kategori dan perolehan medali. Peraih emas mendapat Rp5 juta untuk perorangan, Rp2,5 juta untuk ganda, dan Rp1,5 juta untuk beregu. Peraih perak memperoleh Rp3 juta untuk perorangan, Rp1,5 juta untuk ganda, dan Rp1 juta untuk beregu. Sedangkan peraih perunggu mendapat Rp2 juta untuk perorangan, Rp1 juta untuk ganda, dan Rp750 ribu untuk beregu.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





