“Bangsa yang kuat dimulai dari keluarga yang kuat,” ungkap Hendri Arnis.
Di sektor sosial, Pemko menghadirkan Istana Lansia sebagai ruang bagi warga lanjut usia untuk tetap aktif, sehat, dan berdaya. Sebanyak 212 lansia telah mengikuti kegiatan rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup mereka. Selain itu, pemerintah meresmikan Graha Disabilitas sebagai pusat layanan dan pemberdayaan penyandang disabilitas, termasuk pelatihan, bantuan sosial, dan dukungan usaha.
Sebanyak 129 penerima manfaat telah mendapatkan dukungan dari Graha Disabilitas, membuktikan komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal. “Pembangunan harus adil dan merata. Lansia, penyandang disabilitas, dan pekerja rentan harus merasakan kehadiran pemerintah,” tegas Hendri.
Program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan juga diperkuat secara bertahap sebagai bentuk perlindungan sosial berkelanjutan. Pemerintah kota ingin memastikan para pekerja informal yang selama ini belum terjangkau perlindungan negara dapat hidup lebih aman dan bermartabat.
Pada sektor kesehatan, program Golden Ages atau 1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi prioritas besar pemerintah. Dukungan pangan tambahan untuk ibu hamil berisiko, balita stunting, serta pendampingan keluarga terus diperluas untuk menurunkan angka stunting di Padangpanjang. Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2025 menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menyediakan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Dalam pengembangan ekonomi, berbagai pelatihan seperti bahasa Jepang, hidroponik, tata rias, hingga program pengembangan UMKM dihadirkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Program Walk In Interview yang difasilitasi Pemko juga membuka ruang baru dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





