“Melalui SAMSAT Kiosk ini pelayanan menjadi lebih mandiri, tidak perlu lagi antrean panjang lewat layanan konvensional, serta memiliki aksesibilitas yang luas karena akan ditempatkan di titik-titik strategis yang dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari,” lanjutnya.
Menurut Mahyeldi, optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat adalah nafas pembangunan daerah. Dari pajak itulah kita membangun jalan, jembatan, sekolah, hingga meningkatkan layanan kesehatan,” ungkapnya.
Selain meluncurkan layanan digital, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Gebyar Apresiasi Emas 2026 sebagai bentuk penghargaan bagi masyarakat yang taat membayar pajak tepat waktu.
Mahyeldi berharap program tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Pemberian hadiah berupa emas ini hanyalah stimulus kecil, namun makna sesungguhnya adalah kemitraan yang harmonis antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun Sumatera Barat,” katanya.
Dia juga meminta seluruh petugas SAMSAT dan tim teknis terus menghadirkan pelayanan yang humanis, responsif, dan berintegritas.
“Kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat, mari manfaatkan fasilitas ini. Bayarlah pajak tepat waktu, karena dengan pajak akan mempercepat terwujudnya Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Barat Al Amin mengatakan, pada tahap awal pemerintah daerah telah menyiapkan sembilan unit SAMSAT Kiosk yang akan ditempatkan di berbagai pusat keramaian di kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






