Tahapan Menjadi Dokter di Indonesia, Butuh Berapa Tahun?

Tahapan menjadi dokter Indonesia
Di tahap Internship, statusmu adalah ‘dokter magang’. Tujuan diadakannya internship untuk melatih kesiapan dan kemandirian Anda sebelum memperoleh Surat Izin Praktek. (Foto: Canva/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Jurusan kedokteran merupakan jurusan yang menjanjikan. Baik dari segi karir, maupun ilmu yang bermanfaat untuk menyelamatkan banyak orang. Tapi Anda tau nggak? Sebelum menjadi dokter, Anda harus melewati perjalanan yang panjang alias bertahun-tahun

Bacaan Lainnya
KPU Provinsi Sumatera Barat

Mahasiswa kedokteran membutuhkan waktu 7-10 tahun untuk belajar dan mengantongi Surat Izin Praktek (SIP). Dimulai dari masa preklinik, koas, internship, dan sekolah spesialis jika ingin mendalami bidang tertentu.

Apa saja tahapan yang harus ditempuh mahasiswa untuk menjadi dokter? Simak penjelasan tahapan menjadi dokter Indonesia berikut ini.

  1. Masa Preklinik

Masa Preklinik disebut juga sebagai masa kuliah. Selayaknya mahasiswa lain, Anda menjalani pendidikan di kampus selama 3,5 tahun. Perlu diketahui, tidak ada sistem SKS di jurusan Kedokteran, melainkan terbagi dalam beberapa blok. Misalnya, Blok Neurologi, Blok Kulit, Blok Pediatri, dan masih banyak lagi.

Mahasiswa Kedokteran juga menghadapi ujian tulis, OSCE, dan SOCA. OSCE (Objective Structured Clinical Examination) adalah ujian praktek untuk menebak diagnosa penyakit yang diderita oleh pasien simulasi. Lalu, ada SOCA (Student Oral Case Analysis) yaitu uji pemahaman mahasiswa terkait kasus penyakit tertentu. SOCA dilakukan secara lisan di hadapan 2-3 dosen penguji.

Di semester 7, mahasiswa Kedokteran menyusun skripsi untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked). Setelah ini, Anda akan diwisuda dan lanjut ke program profesi atau koas.

  1. Koas (Co-Assistant)

Tahap kedua calon dokter adalah koas. Jika saat kuliah pasien yang Anda hadapi cuma pura-pura alias patung, di tahap koas Anda berinteraksi dengan pasien sungguhan di bawah pengawasan dokter senior. Di sini, Anda disebut sebagai ‘dokter muda’. Program koas diselenggarakan di rumah sakit yang bekerja sama dengan kampus dan tidak digaji.

Durasi koas berlangsung 1,5 sampai 2 tahun. Terdiri dari berbagai macam stase yang harus dipelajari. Ada stase bedah, anak, THT, forensik, anestesi, kandungan, penyakit dalam, psikiatri, dan lain-lain. Untuk mempermudah proses pembelajaran, mahasiswa disatukan dalam kelompok-kelompok kecil.

Selain menghabiskan waktu di rumah sakit, koas juga mendapat tugas berupa analisis penyakit yang harus dipresentasikan ke hadapan dokter senior. Siap-siap kurang tidur, ya! Hehe.

  1. UKMPPD

Setelah koas, Anda akan menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter. UKMPPD dilaksanakan 4 kali dalam setahun, yaitu di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. UKMPPD terdiri dari Computer Based Test dan OSCE.

CBT UKMPPD adalah ujian tulis online yang berisi 150 soal pilihan ganda dengan waktu pengerjaan selama 200 menit. Nilai yang dibutuhkan untuk lulus CBT minimal 66.

Sedangkan OSCE adalah ujian praktek yang dilakukan di Fakultas Kedokteran masing-masing perguruan tinggi. Setiap peserta harus melewati 12 station dengan topik yang berbeda. Waktu yang dibutuhkan di setiap station adalah 15 menit. Di sini, Anda akan mempraktekkan skill dokter sesuai dengan  standar kompetensi dokter umum Indonesia.

  1. Sumpah Dokter

Anda berhasil lulus UKMPPD. Ini adalah momen yang paling membanggakan untukmu dan orangtua. Anda akan disumpah bersama mahasiswa lain dan memperoleh gelar dokter (dr) serta Surat Tanda Registrasi (STR). Tetapi, perjalanan Anda masih panjang nih. Meskipun sudah bergelar dokter, Anda harus menjalani program internship dulu selama 1 tahun.

  1. Internship

Di tahap Internship, statusmu adalah ‘dokter magang’. Tujuan diadakannya internship untuk melatih kesiapan dan kemandirian Anda sebelum memperoleh Surat Izin Praktek. Gaji dokter magang berkisar di angka 1 sampai 5 juta rupiah per bulan tergantung daerah dan instansi kesehatan tempat melakukan magang.

Jika dokter senior merasa Anda belum kompeten, maka Anda harus mengulang program magang sampai memenuhi penilaian. Setelah itu, barulah Anda mendapat Surat Izin Praktek (SIP) untuk mendirikan praktek dokter umum, atau meneruskan ke Program Pendidikan Dokter Spesialis.

  1. PPDS

Dokter spesialis adalah dokter yang mempelajari bagian tubuh tertentu termasuk penyakit yang ada di dalamnya. Pendidikan Program Dokter Spesialis ditempuh selama 4 sampai 6 tahun tergantung pada kesulitan bidang yang diambil. Nah, dokter umum yang menjalani PPDS, disebut sebagai ‘dokter residen’.

Bidang spesialis yang dapat diambil oleh dokter umum, antara lain:

Spesialis Mata (Sp.M)

Spesialis Paru (Sp.P)

Spesialis Anak (Sp.A)

Spesialis Gizi (Sp.G)

Spesialis Bedah (Sp.B)

Spesialis Urologi (Sp.U)

Spesialis Anestesi (Sp.An)

Spesialis Radiologi (Sp.R)

Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)

Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK)

Spesialis Kedokteran Forensik (Sp.F)

Spesialis Saraf atau Neurologis (Sp.N)

Spesialis Kandungan dan Ginekologi (Sp.OG)

Spesialis Kedokteran Jiwa dan Psikiater (Sp.KJ)

Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan (Sp. THT)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah atau Kardiologi (Sp.JT)

Itulah penjalasan tahapan menjadi dokter Indonesia. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait