PADANG (SumbarFokus)
Tekanan dari kelompok suporter mulai mengemuka di tubuh Semen Padang FC. Ultimatum yang dilayangkan The Kmers, bahkan disertai aksi boikot saat laga menghadapi Persijap Jepara, menjadi sinyal keras bagi manajemen.
Kelompok suporter tersebut memberi tenggat dua pertandingan kepada manajemen untuk melakukan pembenahan. Jika tidak ada perubahan, mereka mendesak agar posisi manajemen diganti oleh pihak yang dinilai lebih kompeten.
Merespons hal itu, Komisaris Utama Semen Padang FC Ilham Azre menilai aspirasi suporter sebagai bagian penting dalam dinamika klub.
Dia menegaskan bahwa keberadaan suporter tidak terpisahkan dari perjalanan sebuah tim.
“Saya yakin suporter adalah jiwa dari sebuah tim. Tidak ada tim yang tidak mempunyai suporter. Kami menghargai seluruh aspirasi kawan-kawan semua dan berterima kasih atas kritik yang disampaikan,” ujarnya.
Menurut dia, kritik yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen dalam memperbaiki kondisi tim.
Dia juga mengakui bahwa hubungan komunikasi dengan suporter perlu diperbaiki agar lebih efektif ke depan.
“Ke depan, komunikasi dengan suporter tentu akan kita benahi, termasuk bagaimana pola yang lebih baik,” katanya.
Di tengah situasi tersebut, dia mengingatkan bahwa kompetisi belum berakhir.
Semen Padang FC masih memiliki lima pertandingan tersisa yang akan menentukan nasib tim di Liga 1.
Dia mengajak seluruh elemen untuk tetap bersatu memberikan dukungan.
“Masih ada lima pertandingan lagi yang tentu harus kita dukung bersama-sama. Perjuangan kita masih ada untuk bertahan di Liga 1. Manajemen akan melakukan evaluasi sebaik-baiknya,” tutupnya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






