Gubernur Sumbar Mahyeldi turut menyoroti besarnya peran UMKM terhadap perekonomian daerah. Hampir 750 ribu UMKM menjadi bagian dari sumber penghidupan masyarakat di Sumbar.
“Dari sekitar enam juta penduduk Sumbar, hampir empat juta warga masyarakat kita bergerak di UMKM. Oleh karena itu, ketika UMKM terdampak bencana, juga berimbas pada perekonomian daerah,” ujar Mahyeldi.
Rektor Unand Efa Yonnedi mengungkapkan, kampus siap mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM melalui ekosistem akademik, teknologi, dan kewirausahaan.
Unand memiliki inkubator bisnis, laboratorium, serta kantor transfer teknologi yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan nilai tambah dan memenuhi standar produk untuk memperluas pasar.
Sasar 95 Ribu UMKM Selama Tiga Tahun
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Endrizal memaparkan, tahap pertama Klinik UMKM Minang Bangkit diikuti 1.475 UMKM dan wirausaha yang dibagi dalam tiga regional. Pada regional dua, kegiatan dipusatkan di Kota Padang.
Materi pendampingan meliputi peningkatan produksi, literasi dan pencatatan keuangan, pemasaran, serta akses pembiayaan dan pasar.
“Pada tahun ini saja kami targetkan diikuti 38 ribu lebih UMKM,” kata Endrizal.
Diketahui, tahun ini, telah tercapai lebih dari 38 ribu UMKM di Sumbar menerima Bantuan Presiden melalui Program Klinik UMKM Minang Bangkit, dengan masing-masing UMKM mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta. Secara keseluruhan, program tersebut ditargetkan menjangkau 95 ribu UMKM di Sumbar selama tiga tahun.
Pendampingan terhadap UMKM terdampak bencana dilakukan PLUT Sumbar bersama melalui Klinik UMKM Minang Bangkit, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemulihan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





