PADANG (SumbarFokus)
Wakil Menteri (Wamen) UMKM Helvi Yuni Moraza menghadiri langsung kegiatan pelatihan dan pendampingan Klinik UMKM Minang Bangkit, di Auditorium Universitas Andalas (Unand), Jumat (2/10/2025). Kegiatan ini sendiri merupakan upaya penguatan untuk pemulihan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar).
Helvi menjelaskan, berakhirnya masa tanggap darurat bukan berarti persoalan pelaku UMKM selesai. Justru pada fase pemulihan, pelaku usaha menghadapi tantangan untuk kembali menjalankan usahanya setelah tempat usaha, alat produksi, hingga akses pasar terdampak.
āAda tekanan psikologis akibat tempat usaha, alat produksi, hingga akses pasar yang hilang dan rusak. Modal usaha mereka juga habis sehingga kesulitan memulai usaha kembali,ā ujarnya.
Sekitar 38 ribu pelaku UMKM terdampak bencana di Sumbar telah terverifikasi sebagai penerima dukungan pemulihan usaha, dengan total alokasi sekitar Rp115 miliar. Helvi menekankan, dukungan tersebut perlu diarahkan menjadi modal untuk membangun kembali usaha.
Dari Pemulihan Menuju Naik Kelas
Menurut Helvi, dukungan modal perlu diikuti pendampingan agar pelaku usaha tidak hanya kembali menjalankan aktivitas bisnis, tetapi juga mampu mengembangkan usahanya.
Karena itu, Klinik UMKM Minang Bangkit menghadirkan pelatihan dan pendampingan yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, hingga lembaga jasa keuangan.
āPelatihan diberikan agar UMKM kembali berproduksi dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik. Kemudian diberikan pembekalan tentang kiat memperluas pasar melalui metode digital. Selanjutnya, upaya agar UMKM bisa dipercaya untuk mendapat pembiayaan dari lembaga jasa keuangan,ā tutur Helvi.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





