PADANG (SumbarFokus)
Warga Perumahan Safa Marwa, Kota Padang, meminta pemerintah menelusuri penyebab banjir yang berulang kali terjadi di kawasan tempat tinggal mereka. Warga menduga perubahan lingkungan akibat pembangunan di sekitar permukiman, termasuk Perumahan Kinaya, perlu diperiksa untuk memastikan dampaknya terhadap aliran air dan risiko banjir.
Keluhan tersebut disampaikan Heri, Ketua LPS yang tinggal di Perumahan Safa Marwa, dalam sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (17/10/2026).
Heri mengatakan, persoalan banjir telah berulang kali dikeluhkan warga. Mereka bahkan telah menyampaikan surat kepada Pemerintah Kota Padang, gubernur, hingga instansi yang membidangi lingkungan hidup. Namun, warga berharap ada tindak lanjut yang jelas agar penyebab banjir dapat diketahui dan dicarikan penyelesaian.
“Kami sudah menyampaikan persoalan ini melalui surat kepada pemerintah kota, gubernur, hingga instansi lingkungan hidup. Kami berharap ada tindak lanjut yang jelas, karena setiap hujan kami kembali khawatir dengan kondisi lingkungan tempat tinggal kami,” ujar Heri.
Menurutnya, warga ingin memastikan apakah perubahan penggunaan lahan dan sistem aliran air di sekitar permukiman telah diperhitungkan dengan baik sebelum pembangunan dilakukan. Mereka juga meminta kejelasan mengenai dokumen lingkungan, perizinan, dan kesesuaian pembangunan perumahan dengan ketentuan tata ruang.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





