Perlambatan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk bencana banjir bandang dan longsor yang melanda 16 kabupaten dan kota, yang berdampak pada kerusakan infrastruktur serta terganggunya distribusi barang.
Andre menilai percepatan pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi menjadi salah satu solusi untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pemulihan ekonomi daerah.
Ia optimistis, dengan infrastruktur yang lebih baik, aktivitas ekonomi masyarakat akan kembali bergerak lebih cepat dan merata di Sumatera Barat. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






