Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Agam bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, PT Hutama Karya, BPN, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional akan meninjau langsung trase baru tersebut.
Selain itu, Andre menyebut lokasi pintu keluar atau exit tol Padang Panjang juga telah disepakati menggunakan titik baru.
“Terkait perubahan trase, perubahan panjang jalan tidak terlalu signifikan. Yang terpenting, kita menghindari berbagai persoalan di lapangan,” katanya.
Menurut Andre, lokasi exit tol yang baru juga lebih dekat menuju Kota Bukittinggi sesuai aspirasi Pemerintah Kota Bukittinggi.
“Insya Allah lokasi pintu exit tol juga lebih dekat ke Bukittinggi, sesuai aspirasi Wali Kota Bukittinggi, sehingga akses menuju kota menjadi lebih dekat. Nantinya kita akan menggunakan trase bypass,” ujarnya.
Andre menilai pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi menjadi infrastruktur penting bagi Sumatera Barat karena diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang, menekan biaya logistik, serta membuka peluang investasi dan pengembangan sektor pariwisata. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





