Melalui Bank Sampah Induk “Udang Manis”, masyarakat didorong membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan dan dikelola melalui bank sampah, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan melalui proses pengomposan.
Upaya pengelolaan sampah organik tersebut diperkuat dengan kehadiran Sumur Kompos. Fasilitas ini menjadi sarana untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos, sekaligus mengurangi timbunan sampah dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta sektor pertanian.
Grand launching dan peresmian tersebut turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta generasi muda dari SMA se-Menggala.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya pemerintah. Partisipasi masyarakat, dunia pendidikan, serta berbagai elemen lainnya menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah.
Bupati berharap gerakan pengurangan sampah tidak berhenti pada seremoni, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
“Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan, tapi juga bebas dari persoalan lingkungan. Mari kita mulai dari memilah sampah dari rumah kita sendiri,” tegas Bupati.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut sekaligus menjadi titik awal penguatan kesadaran lingkungan di Kabupaten Tulang Bawang. Sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat dan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





