Oleh: WISNU A UTAMA*
PASAMAN BARAT (SumbarFokus)
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdiri dari keberagaman suku bangsa, agama, ras, bahasa, dan adat istiadat serta kearifan lokal setiap daerah yang disatukan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Seperti yang terlihat di Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Masyarakat di daerah tersebut hidup berdampingan dengan tetap mengedepankan rasa kebersamaan, toleransi, dan gotong royong dalam berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Pemandangan tersebut tidak asing lagi di Ophir, dengan 1.349 kepala keluarga yang terdiri dari 4.500 jiwa di dalamnya. Wilayah tersebut terdiri dari tiga Kejorongan yakni Ophir Barat, Ophir Timur dan Ophir Tengah, dengan berbagai latar belakang suku, budaya dan keyakinan. Kebiasaan hidup berdampingan di tengah perbedaan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut dapat dilihat dalam berbagai momentum kegiatan sosial, seperti saat ini; peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat menampilkan kreativitas dan inovasi dalam membuat sebuah kegiatan.
Salah seorang tokoh masyarakat RT 05 Ophir Timur, Nur Rohman, mengatakan, masyarakat sudah terbiasa hidup berdampingan dan saling membantu antas sesama tanpa memandang suku dan keyakinan.
“Bagi kami, hidup dalam keberagaman menjadi hal yang istimewa. Saling membantu dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat. Persoalan perbedaan etnis maupun keyakinan menjadi urusan masing-masing,” katanya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





