PADANG (SumbarFokus)
Pertumbuhan sektor jasa keuangan di Sumatera Barat (Sumbar) tidak hanya terlihat dari kinerja perbankan. Pasar modal dan industri keuangan nonbank juga menunjukkan perkembangan positif hingga pertengahan 2026.
Di pasar modal, pertumbuhan jumlah investor di Sumbar tercatat sangat signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 501.131 investor atau melonjak 139,16 persen secara tahunan.
Jumlah SID saham tercatat 143.819 investor atau tumbuh 38,56 persen. Sementara SID reksa dana mencapai 483.750 investor, tumbuh 144,63 persen.
Untuk SID Surat Berharga Negara (SBN), jumlah investor mencapai 11.261 atau tumbuh 26,09 persen. Adapun SID Efek Beragunan Aset (EBA) tercatat tiga investor.
Pertumbuhan juga terjadi pada industri keuangan nonbank. Perusahaan pembiayaan hingga Mei 2026 mencatat total pembiayaan sebesar Rp6,03 triliun atau tumbuh 8,92 persen secara tahunan.
Risiko pembiayaan atau NPF tercatat 2,65 persen dan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada sektor dana pensiun, total aset hingga Juni 2026 mencapai Rp2,80 triliun atau tumbuh 5,94 persen. Namun, jumlah peserta tercatat 4.710 orang atau mengalami kontraksi 1,51 persen secara tahunan.
Sementara itu, pinjaman daring atau fintech lending hingga April 2026 mencatat outstanding pinjaman sebesar Rp1,49 triliun, tumbuh 8,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan risiko kredit yang masih terjaga di level 2,53 persen.
Untuk perusahaan modal ventura, penyertaan modal hingga Juni 2026 tercatat Rp55,98 miliar atau mengalami kontraksi 7,10 persen secara tahunan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





