Selain pengembangan kurikulum, kolaborasi kedua institusi juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga dukungan terhadap Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) bagi ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sebagai implementasi awal, Universitas Andalas telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada sekitar 1.500 mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Saiful berharap, mahasiswa yang mengikuti KKN tidak hanya memperoleh perlindungan selama menjalankan aktivitas di lapangan, tetapi juga menjadi agen literasi yang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami berharap mahasiswa yang menjalankan KKN dapat ikut membantu menyebarluaskan literasi kepada masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperluas kerja sama serupa dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna mendukung terwujudnya Universal Coverage Jamsostek.
“Kami terus melakukan roadshow ke berbagai kampus. Harapannya, melalui penguatan literasi ini, perlindungan bagi pekerja, khususnya di sektor informal, semakin mudah diwujudkan. Semua elemen kami ajak bergotong royong untuk mewujudkan Universal Coverage Jamsostek,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan komitmen Unand dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





