Bupati Pasaman Turut Bekali Latsitardanus XLIII di Mabes Akmil

PASAMAN (SumbarFokus)

Bupati Pasaman Benny Utama memberikan pembekalan Latsitardanus ke XLIII kepada 112 Taruna-Taruni Akademi Angkatan Udara (AAU) di Aula Sabang Merauke AAU di Yogyakarta,Rabu (3/5/2023).

Bacaan Lainnya

Benny Utama, dalam paparannya menyampaikan, Kabupaten Pasaman, pada zaman Belanda termasuk Afdeling Agam, dikepalai oleh asisten residen.

“Afdeling Agam terdiri dari atas empat onder afdeling, yaitu Agam Tuo, Maninjau, Ophir, dan Lubuk Sikaping,” ujarnya.
Kemudian, Bupati Pasaman mengatakan, sesudah kemerdekaan Onder Afdeling Lubuk Sikaping dijadikan satu susunan pemerintahan menjadi Kabupaten Pasaman dengan menjadi tiga Kawedanan yakni Kawedanan Lubuk Sikaping, Talu, dan Air Bangis.

Untuk mewujudkan apresiasi masyarakat dalam percepatan pelayanan pemerintahan, maka wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Pasaman dimekarkan menjadi dua wilayah pemerintahan kabupaten yang ditetapkan dengan undang-undang No : 36 Tahun 2003, yaitu Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat.

Bupati juga menjelaskan, Kabupaten Pasaman merupakan salah satu dari 19 kabupaten/jota di Sumatera Barat yang terletak di bagian Utara, yang berbatas langsung dengan Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau, dengan ibu kota Lubuk Sikaping.

Kabupaten Pasaman juga merupakan salah satu wilayah yang dilalui garis Khatulistiwa, yang membelah bumi menjadi bagian Utara dan Selatan.
Selanjutnya, Kabupaten Pasaman termasuk daerah yang memiliki curah hujan yang relatif tinggi dengan rata-rata 7,60 mm/bulan dengan curah hujan tertinggi pada bulan November dengan rata-rata 9,97 mm/bulan. Luas wilayah Kabupaten Pasaman 3.947,63 Km.

Bupati Pasaman juga menyebutkan, batas administrasi, Kabupaten Pasaman terdiri dari 12 kecamatan dan 62 nagari/desa dengan batas wilayah administrasi sebagai berikut, Sebelah Utara dengan Kabupaten Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara.

Seterusnya, sebelah Timur berbatas dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Lima Puluh Kota, sebelah Selatan berbatas dengan Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, dan sebelah Barat dengan Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat.

Bupati Pasaman mengatakan, etnis yang mendiami Kabupaten Pasaman adalah Minangkabau, Mandailing/Batak dan Jawa. Keberagaman etnis ini menjadikan Kabupaten Pasaman kaya dengan adat, seni budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat seperti, seni budaya Randai, Ronggeng, Gordang sambilan, Reog, Lukah Gilo, dan Tari.

Terwujudnya Masyarakat Pasaman Yang Lebih Baik dan Bermartabat merupakan visi dan misi Kabupaten Pasaman Periode 2021-2026 yang memiliki sepuluh program prioritas, yakni Pasaman Berimtaq, Pasaman Berbudaya, Pasaman Sehat, Pasaman Cerdas, Pasaman Terakses, Pasaman Tanggap Bencana, Pasaman Tujuan Wisata, Pasaman Majukan Ekonomi Kerakyatan, Pasaman Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan, dan Pasaman Berkinerja Baik dan Bersih” ungkap Bupati.

Adapun lokasi Latsitardanus XLIII Tahun 2023 di Kabupaten Pasaman ini yaitu Kecamatan Lubuk Sikaping (ibukota), Kecamatan Bonjol dan Kecamatan Tigo Nagari dengan dilengkapi transportasi ke lokasi kegiatan.
(016)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait