“Kami melihat langsung bagaimana TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi membuka akses kehidupan masyarakat. Ketika jalan terbuka, ekonomi bergerak, pendidikan anak-anak lebih mudah dijangkau, dan pelayanan masyarakat menjadi lebih cepat,” ujarnya.
Selain pembangunan jalan dan jembatan, TMMD juga menghadirkan berbagai program sosial.
Sebanyak 10 unit Rumah Tidak Layak Huni direnovasi, lima unit MCK dibangun, serta fasilitas sumur bor dan pipanisasi disiapkan untuk membantu kebutuhan air bersih masyarakat.
Program ketahanan pangan juga dilakukan melalui pengolahan lahan pertanian seluas 2,5 hektare dan bantuan 2.000 bibit ikan lele.
Sebanyak 7.300 pohon ditanam untuk mendukung penghijauan lingkungan dan pencegahan longsor.
Berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, UMKM, administrasi kependudukan, hingga pertanian juga digelar bagi masyarakat.
Misdi (61), warga RT 02/RW 05 Desa Krangean mengaku perubahan yang terjadi mulai dirasakan masyarakat.
“Sekarang jalan sudah mulai bagus dan diaspal. Kami senang sekali karena akses jadi lebih mudah. Mudah-mudahan ekonomi warga juga ikut meningkat,” katanya.
Kini, jalan yang dulu dipenuhi lumpur perlahan berubah menjadi hamparan aspal harapan bagi masyarakat Desa Krangean.
Anak-anak mulai lebih mudah menuju sekolah. Ambulans tidak lagi kesulitan masuk ke permukiman warga. Aktivitas ekonomi masyarakat pun perlahan bergerak lebih lancar.
TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga kembali menjadi bukti bahwa pembangunan desa dimulai dari mendengar kebutuhan masyarakat kecil. (000/tmmd)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






