Ragam kuliner tradisional seperti lamang tapai dan palai bada turut diperkenalkan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan jamuan makan bajamba yang menampilkan tradisi kebersamaan masyarakat Minangkabau.
Dalam pembukaan Rakornas, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong Padang menjadi Kota Gastronomi Dunia melalui UCCN. Ketua Umum ICCN Tubagus Fiki Satari juga mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan.
Upaya tersebut berlanjut hingga 4 November 2026, ketika Kementerian Ekonomi Kreatif menetapkan Padang sebagai perwakilan Indonesia untuk nominasi UCCN 2027 bidang gastronomi. Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditetapkan sebagai wakil Indonesia pada bidang Kriya dan Seni Rakyat.
Dalam proses nominasi, Padang mengandalkan kekayaan gastronomi yang terbentuk dari sejarah perdagangan rempah dan akulturasi budaya Minangkabau, Tionghoa, India, serta Nias. Identitas tersebut tercermin melalui tradisi bajamba, manatiang piriang, dan teknik memasak marandang.
Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat ekosistem gastronomi Padang menyerap lebih dari 53 ribu tenaga kerja. Pengembangannya juga didukung Sentra Rendang, Bagindo Aziz Chan Youth Center, serta produk bumbu yang telah menembus pasar ekspor.
Penetapan sebagai wakil Indonesia belum menjadi akhir proses. Padang masih harus menyempurnakan dokumen nominasi pada November–Desember 2026 sebelum diserahkan kepada Sekretariat UCCN di Paris pada awal 2027. Pengumuman keanggotaan baru UNESCO dijadwalkan pada Oktober 2027.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





