JAKARTA (SumbarFokus)
Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengingatkan bahaya praktik rekayasa keuangan yang dinilai menjadi salah satu akar persoalan di tubuh BUMN.
Peringatan tersebut disampaikan Dony dalam kegiatan Chief Risk and Compliance Officer (CRCO) BUMN Forum yang dihadiri jajaran Danantara Asset Management, direktur, serta pejabat bidang manajemen risiko dan kepatuhan di lingkungan BUMN.
“Salah satu akar persoalan yang selama ini menimbulkan kekeliruan, impairment, dan pengambilan keputusan yang tidak tepat di perusahaan adalah praktik rekayasa keuangan,” tegas Dony dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, transformasi BUMN tidak cukup hanya berfokus pada efisiensi bisnis dan penataan anak usaha, tetapi juga harus diperkuat dengan tata kelola perusahaan yang sehat, manajemen risiko yang tajam, serta fungsi kepatuhan yang mampu mendeteksi persoalan sejak dini.
Dony menegaskan fungsi risiko dan kepatuhan tidak boleh hanya bersifat administratif semata.
“Chief Risk Officer harus mampu membaca risiko secara nyata, membedah kondisi keuangan secara objektif, serta mengidentifikasi potensi risiko dalam setiap proses bisnis perusahaan,” ujarnya.
Di tengah tantangan geopolitik global, tekanan ekonomi, dan percepatan transformasi digital, BP BUMN mendorong seluruh perusahaan pelat merah membangun sistem Governance, Risk and Compliance (GRC) yang lebih terintegrasi dan adaptif.
Menurut Dony, peran Chief Risk and Compliance Officer menjadi sangat strategis sebagai penjaga integritas proses bisnis, pengawal mitigasi risiko, serta mitra manajemen dalam memastikan setiap keputusan korporasi berbasis data dan kondisi riil perusahaan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






