JAKARTA (SumbarFokus)
Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda menyoroti kondisi alat peringatan dini gempa dan tsunami yang banyak mengalami kerusakan di sejumlah daerah, terutama di Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Zigo saat Rapat Dengar Pendapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terkait evaluasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2026, Selasa (19/5/2026).
Dalam rapat tersebut, Zigo juga menyinggung masih adanya sembilan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2024 yang belum diselesaikan BMKG.
โMasih terdapat sembilan temuan BPK tahun 2024 yang hingga saat ini belum diselesaikan oleh BMKG. Kami meminta penjelasan konkret mengenai kendala dan persoalan yang menghambat penyelesaiannya,โ ujarnya.
Selain itu, politisi Partai Golkar asal Sumatera Barat tersebut mengaku khawatir terhadap kondisi alat early warning system yang dinilai tidak lagi berfungsi optimal di sejumlah wilayah rawan bencana.
Menurut dia, kondisi Sumatera Barat menjadi perhatian serius karena daerah tersebut dilintasi sejumlah patahan aktif seperti Patahan Sumani, Sianok, hingga Siulak.
โHal yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi di Sumatera Barat. Wilayah ini dilintasi Patahan Sumani, Sianok hingga Siulak, namun hal tersebut belum pernah sekalipun disosialisasikan secara maksimal kepada masyarakat,โ katanya.
Zigo juga menyampaikan aspirasi masyarakat Kepulauan Mentawai dan sejumlah daerah blank spot terkait kebutuhan alat komunikasi darurat untuk mendukung penanganan bencana.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






