“Kita hitung, biaya tenaga kerja setahun cuma Rp2 sampai Rp3 triliun. Kalau begitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun,” kata Dony.
Selain efisiensi, dia juga menekankan pentingnya mendorong investasi BUMN yang produktif dan efektif untuk memperkuat konsumsi domestik sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan itu, Dony juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat.
“Presiden menegaskan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Kami telah menerima instruksi tegas agar seluruh capaian dan data investasi disampaikan secara transparan kepada publik,” ujarnya.
Dony menilai penguatan tata kelola, hilirisasi industri, inovasi, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi kunci agar BUMN mampu berkembang menjadi penggerak ekonomi yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





