PADANG (SumbarFokus)
Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar hingga wilayah kepulauan Mentawai yang masuk kategori daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Program yang berlangsung pada 3-9 Juni 2026 itu tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan uang tunai bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi dan kedaulatan negara di wilayah kepulauan.
Pelepasan tim ERB 2026 dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Direktur Departemen Pengelolaan Uang (DPU) Bank Indonesia Novyanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram, Komandan Kodaeral II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, serta pimpinan instansi dan perbankan di Sumatera Barat.
Direktur Departemen Pengelolaan Uang (DPU) Bank Indonesia Novyanto mengatakan, kegiatan ERB di Sumatera Barat dilaksanakan dengan menyasar sejumlah wilayah di Kepulauan Mentawai.
Dia menjelaskan, rute ekspedisi meliputi Pulau Siberut yang mencakup Maileppet dan Muara Sikabaluan, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, serta Pulau Pagai Selatan.
Dalam pelaksanaannya, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang memberikan dukungan penuh melalui pengerahan KRI Kurau-856 sebagai sarana distribusi dan pengamanan uang rupiah di wilayah kepulauan.
Komandan Kodaeral II juga mengerahkan KRI Kurau-856 sebagai armada utama Tim ERB 2026 di Sumatera Barat. Kapal patroli tersebut merupakan salah satu unsur penting TNI AL dalam menjaga keamanan perairan barat Sumatera.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





