Cabai Merah Picu Inflasi Sumbar 0,90 Persen pada Mei, BI: Kondisi Masih Terkendali

Ilustrasi. (Foto: TIM/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Inflasi Sumatera Barat pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,90 persen secara bulanan (month to month/mtm), terutama dipicu lonjakan harga cabai merah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.

Meski mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, inflasi Sumbar secara kumulatif sejak Januari hingga Mei 2026 masih relatif terkendali di angka 0,47 persen. Capaian tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,80 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year on year/yoy) Sumatera Barat pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,91 persen.

Bacaan Lainnya

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat Andy Setyo Biwado mengatakan, kenaikan inflasi bulanan terutama dipengaruhi kelompok barang bergejolak (volatile food), khususnya cabai merah.

Menurut dia, lonjakan harga cabai merah terjadi akibat meningkatnya permintaan menjelang Iduladha yang bertepatan dengan terganggunya pasokan akibat penurunan produksi dan kerusakan hasil panen karena tingginya curah hujan di sejumlah sentra produksi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Kerinci, Jambi.

“Komoditas cabai merah mengalami inflasi 26,03 persen dan memberikan andil sebesar 0,40 persen terhadap inflasi bulanan,” katanya dalam siaran pers, Kamis (4/6/2026).

Dia menjelaskan, kenaikan harga cabai merah paling terasa di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Pasaman Barat yang berbatasan langsung dengan daerah pemasok dari luar provinsi.

Kondisi tersebut terjadi seiring berkurangnya pasokan dari Sumatera Utara dan Jambi. Sementara itu, kenaikan harga di Kota Padang dan Kota Bukittinggi relatif lebih rendah karena memiliki sumber pasokan yang lebih beragam, termasuk dari Pulau Jawa.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait