Mahyeldi mengatakan, organisasi masyarakat Minangkabau di dalam negeri maupun diaspora memiliki peran strategis sebagai penghubung antarmasyarakat, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi dan pendidikan.
Dia juga menyoroti sejarah panjang Minangkabau dalam melahirkan tokoh, pemikir, ulama, pendidik, sastrawan, dan pemimpin bangsa. Pemerintah Provinsi Sumbar, katanya, terus menelusuri jejak tokoh-tokoh Minangkabau yang memiliki kiprah di negara lain.
“Dulu kami telusuri jejak Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi sehingga kami bisa bertemu dengan keturunan beliau dan menyambungkan kembali dengan Minangkabau. Itulah alasan di balik penamaan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi,” ujar Mahyeldi.
Dia juga menyampaikan rencana kunjungan ke Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam untuk menelusuri jejak Dato’ Godam, yang disebut sebagai keturunan Kerajaan Pagaruyung dan leluhur garis keturunan bangsawan Sarawak serta Brunei.
Mahyeldi berharap PCMM turut membantu penelusuran sejarah tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat persaudaraan masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat, Indonesia, dan Malaysia.
PCMM Cabang Indonesia pertama di Sumbar
Presiden PCMM Dato’ Ismail Bin Ahmad mengatakan, PCMM Cabang Indonesia yang berada di Sumatera Barat merupakan cabang pertama organisasi tersebut di Indonesia.
Menurutnya, keberadaan PCMM di Sumbar memiliki posisi strategis untuk memperdalam pemahaman budaya Minangkabau bagi masyarakat Minangkabau yang berada di Malaysia. Hubungan tersebut juga dapat menjadi landasan bagi pengembangan kerja sama di bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan ekonomi.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





