Gelar Jumpa Pers, Pemprov Sumbar Laporkan Perkembangan Terkini Penanggulangan Bencana

Sekdaprov Hansastri (tengah), Kalaksa BPBD Sumbar Rudi Rinaldi (kanan), dan Kepala Diskomintik Sumbar Siti Aisyah (kiri). (Foto: YEYEN/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Jumat (7/6/2024), Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), melalui Dinas Komunikasi Informatik, dan Statistik, menggelar jumpa pers untuk menjelaskan perihal perkembangan penanggulangan kebencanaan di Sumbar. Jumpa Pers itu dihadiri oleh Sekda Prov Sumbar Hansastri, mewakili Gubernur, Kalaksa BPBD Sumbar Rudi Rinaldi, Kepala Diskominfotik Sumbar, dan berbagai stakeholder.

Bacaan Lainnya

“Pada 16 Mei lalu, setelah bencana tanggal 11, kita adakan jumpa pers untuk jelaskan kejadian bencana dan apa-apa yg sedang dilakukan.
Kita juga terima masukan dari rekan wartawan tentang berbagai hal dan data. Masukan itu jadi bahan bagi kami untuk pelaksanaan dan perbaikan perbaikan. Tentang data, kita clear-kan dengan berbagai pihak terkait,” ungkap Sekda Prov Hansastri, didampingi Kepala Diskominfotik Sumbar Siti Aisyah dan Kalaksa BPBD Sumbar Rudi Rinaldi.

Diakui Sekda, data yang diperoleh saat itu belum 100 persen akurat, karena banyak pihak bergerak spontan untuk lakukan penanggulangan dan membantu korban, sehingga tidak langsung terdata. Namun hingga saat ini, per 7 Juni 2024, disampaikan Sekda, telah diketahui terdata sebanyak 63 orang warga Sumbar meninggal dunia, di antaranya 60 teridentifikasi dan 3 belum teridentifikasi.

“Sementara, korban dalam pencarian atau hilang, 10 orang. Ini hari ke-27 setelah pencairan. Basarnas tetap lakukan pencairan. Dari 10 korban, delapan keluarga sudah mengikhlaskan,” ujar Hansastri.

Namun, disebutkan, 9 Juni nanti habisnya masa tanggap darurat, yang sebelumnya telah diperpanjang menjadi 2 x 14 hari. Di saat itu, pencarian korban akan diakhiri.

Dikatakan juga, para korban yang terdampak, rumah nya rusak berat/hanyut/rusak ringan/mengungsi, saat ini sudah tidak lagi berada di tenda-tenda darurat. Ada yang kembali pulang, mengungsi ke tempat keluarga dan lainnya. Selain itu, dapur-dapur umum juga sudah diakhiri, namun dapur umur yang ang di nagari masih beroperasi.

Diuraikan, sejumlah upaya yang telah dan akan dilakukan Pemprov Sumbar dalam penanggulangan bencana antara lain melakukan normalisasi sungai dan pembersihan material, perbaikan akses Lembah Anai, pembangunan jembatan bailey oleh TNI, demolis baru ukuran besar, modifikasi cuaca melalui TMC, traumatik healing, dan merencanakan relokasi rumah di kawasan rawan bencana.

“Kemudian juga memasang plank larangan membangun di Lembah Anai, keterlibatan Forum Rektor, menemui Komisi V dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, perencanaan pembangunan sabo dam, dan rencana kunjungan Deputi I BNPB untuk pemasangan EWS di Marapi,” rinci Sekda. (003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait