Jenis-jenis Rima Puisi Berdasarkan Letak Kata dalam Baris Kalimat

rima berdasarkan letak kata
Ilustrasi. (Foto: Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Jenis rima puisi dibedakan berdasarkan letak kata yang ada dalam baris kalimatnya. Berikut penjelasan dari jenis-jenis rima berdasarkan letak kata dalam baris kalimat.

Bacaan Lainnya
  1. Rima Awal

Jenis pertama adalah rima awal yaitu persamaan bunyi yang ada pada awal baris, baik berupa huruf saja atau berupa kata. Berikut beberapa contoh rima awal.

  • Dari mana punai melayang
    Dari sawah turunlah ke padi
    Dari mana kasih sayang?
    Dari mata lalu turun ke hati
  • Pemuda dirimulah harapan bangsa
    Pemuda janganlah suka berpangku tangan
  • Dari mana hendak ke mana?
    Dari sawah hendak pergi ke rumah
    Dari mana kita berkelana
    Dari rumah menuju dunia
  1. Rima Tengah

Rima tengah merupakan rima yang akan terjadi jika ada kata-kata yang berima pada tengah baris puisi. Berikut beberapa contoh dari rima tengah.

  • Maka tidak dijalankan
    Tindih bertindih dari kaki dulang
    Maka tidak terkatakan
    Kakak pemilih kata orang
  • Pohon nangka buah jarang
    Pohon asam tingginya menjulang
    Siapa sangka dinda senang
    Muka masa serasa tak riang
  1. Rima Akhir

Rima akhir adalah persamaan bunyi yang ada pada akhir baris atau kalimat. Berikut contoh dari rima akhir.

  • Sesaat sekejap mata aku berpesan
    Kepadamu tuan wahai awan
    Ke arah mana tuan akan berjalan
    Di negeri manakah tuan berjalan
  • Dahulu aku pernah memiliki sebuah boneka
    Wajahnya sangat cantik jelita
    Pipinya pun merah merona
    Lalu, aku beri dia nama Elena
  • Tolong menolong umpama jari
    Bantu membantu setiap hari
    Bekerja selalu berlima diri
    Itulah semisal Tuhan memberi
  • Burung nuri terbang dengan tinggi
    Burung dara saling menari-nari
    Hati siapa yang tidak iri
    Melihat dara si jantung hati
  1. Rima Tegak

Rima tegak merupakan persamaan bunyi yang terjadi jika kata-kata yang berima ada pada baris yang berlainan. Berikut contoh dari rima tegak.

  • Terlipat
    Terikat
    Dirimu mencari
    Terang sang matahari
  • Melambai
    Melombai
    Dirimu beringin
    Digerakan oleh angin
  • Terhibur
    Terlipur
    Dirimu bermalam
    Di tepi kolam
  • Asam pauh dari seberang
    Tumbuhnya di dekat tepi tebat
    Badan jauh dirantau orang
    Sakit siapa yang akan mengobat
  1. Rima Datar

Rima datar merupakan persamaan bunyi kata yang diletakkan secara berderet atau datar. Contohnya adalah seperti bergetar bergelagar dan menyambar-nyambar. Contoh yang lainnya adalah Air mengalir, menghilir pada sungai.

  1. Rima Sejajar

Rima sejajar adalah persamaan bunyi kata yang digunakan secara berulang-ulang dalam kalimat secara beruntun. Berikut contoh dari rima sejajar.

  • Dapat sama laba
    Cicir sama rugi
  • Bukit sama didaki
    Lurah sama dituruni
  • Berat sama dipikul
    Ringan sama dijinjing
  • Terapung sama hanyut
    Terendam sama basah
  1. Rima Berpeluk atau Rima Berpaut

Rima berpeluk merupakan rima yang memiliki persamaan bunyi kata atau suku katanya saling berpelukan atau saling diapit oleh satu maupun dua suku kata yang memiliki bunyi sama. Berikut beberapa contohnya.

  • Hati memuja Tuhan berkuasa
    Gerak laku jauhlah hari
    Maafkan diriku yang Gusti
    Dalam usaha yang alpa
  • Perasaan siapa yang tidak akan nyala
    Melihat anak berlagu dendang
    Seseorang sajak di tepi padang
    Tiada berbaju buka kepala
  1. Rima Bersilang atau Rima Salib

Jenis rima yang selanjutnya adalah rima bersilang yaitu persamaan bunyi kata yang letaknya berselang-selang. Contohnya pada baris pertama berima dengan baris ketiga, kemudian baris kedua berima dengan baris keempat dan begitu selanjutnya. Rima bersilang dapat pula dikatakan sebagai rima dengan rumus a-b-a-b. Berikut contohnya.

  • Burung nuri burung dara
    Terbang ke sisi taman kahyangan
    Karangan janggal banyak tidak kena
    Dibandingkan paham belum sempurna
  • Jika ada sumur di ladang
    Bolehlah kita menumpang mandi
    Apabila ada umur yang panjang
    Bolehlah kita berjumpa kembali
  1. Rima Rangkai

Rima rangkai adalah persamaan bunyi kata yang memiliki rima beruntun pada setiap kalimat dan barisnya. Jenis rima rangkai ini dapat dikatakan sebagai rima dengan rumus a-a-a-a atau b-b-b-b. Berikut contohnya.

  • Hatiku rindu bukan kepalang
    Merasa dendam berahi yang berulang-ulang
    Air mataku pun bercucuran selang menyelang
    Mengenang adik kekasih abang
  • Diriku lemah anggotaku layu
    Merasakan cinta bertalu-talu
    Jika begini datanglah selalu
    Tentulah kanda berpulang dulu
  • Abdul Nuluk adalah putra Baginda
    Besaran sudah bangwasan muda
  1. Rima Kembar

Rima kembar adalah rima yang beruntun dua-dua, dengan rima yang sama. Contohnya dengan abjad a-a-b-b atau c-c-d-d-e e dan begitu seterusnya. Berikut contoh dari rima kembar.

  • Sedikitpun matamu tidak berkerling
    Memandang ibumu yang sakit berguling
    Air matamu tidak bercucuran
    Tinggalkan ibumu tidak penghiburan
  • Ibu memetik bunga
    Bersama dengan anaknya
    Berilmu sepanjang waktu
    Tiada rasa malu
  1. Rima Patah

Jenis rima selanjutnya adalah rima patah. Dalam bait-bait puisi, terdapat kata yang tidak memiliki rima sedangkan kata lainnya ada pada tempat yang sama pada baris lain yang memiliki rima. Berikut contohnya.

  • Beli baju ke pasar minggu
    Jangan lupa membeli buku
    Beli kemeja ke pasar senen
    Jangan lupa untuk mengajak diriku

Itulah penjelasan mengenai jenis rima berdasarkan letak kata dalam baris kalimat. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait