Ketua DPRD Sumbar: Payakumbuh Timur Bisa Dapat Label Kawasan Industri Ikan!

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Supardi menyebut, Kelurahan Koto Panjang, Payakumbuh Timur, bisa mendapatkan label sebagai kawasan industri ikan. (Foto: DPRD Sumbar/SumbarFokus.com)

PAYAKUMBUH (SumbarFokus)

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Supardi menyebut, Kelurahan Koto Panjang, Payakumbuh Timur, bisa mendapatkan label sebagai kawasan industri ikan. Ini mengingat potensi produksi ikan di daerah itu sebenarnya sangat besar, sehingga mesti dioptimalkan pembudidayaannya.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Supardi saat acara penyerahan bantuan benih dan pakan ikan lele kepada tiga kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), baru-baru ini, di Koto Panjang, Payakumbuh Timur.

Pendistribusian bantuan benih dan pakan ikan lele itu dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar menggunakan dana pokok pikiran (pokir) Ketua DPRD Sumbar, Supardi.

Supardi mengatakan, ia berharap bantuan benih dan ikan tersebut dapat memicu masyarakat untuk memaksimalkan produksi dan pembudidayaan ikan.

“Saya juga berharap kegiatan produksi ikan bisa menjadi salah satu ujung tombak perekonomian keluarga,” katanya.

Ditambahkan, potensi ikan di Koto Panjang ini sangat besar. Bahkan kualitas ikannya tak kalah dari daerah yang sudah ternama sebagai sentra produksi ikan.

“Potensi ini tak boleh disia-siakan. Koto Panjang bisa saja menerima label sebagai kelurahan industri ikan,” ujar Supardi.

Bukan hanya untuk Koto Panjang, Supardi mengatakan untuk mengoptimalkan produksi dan budidaya perikanan di Sumbar maka harus ada blueprint perencanaan dan pelaksanaannya.

“Hal ini dikarenakan produksi dan budidaya tersebut tak cukup hanya dilaksakan dalam satu periode pemerintahan,” paparnya.

Selain itu, perlu ada koordinasi antar organisasi perangkat Daerah (OPD) dalam upaya pengoptimalannya. Sehingga proses bisa terlaksana dari hulu ke hilir. Dengan begitu hasilnya akan maksimal.

“Penyerahan bantuan benih dan pakan ini merupakan hulunya, nah hilirnya juga harus diperhatikan pemerintah,” katanya.

Namun Supardi juga berharap Pokdakan dan masyarakat bisa lebih aktif dan mandiri dalam mengupayakan produksi dan budidaya ini dari hulu dan hilir. Jangan selalu berharap bantuan pemerintah, sehingga dengan begitu Pokdakan akan bisa maju dan berkembang.

Sekretaris DKP Sumbar, Resi Suarti mengatakan kegiatan ini bernama pengadaan benih dan pakan ikan lele/kegiatan pengadaan ikan lele pada sentra produksi.

“Pada hari ini kami mendistribusikan bantuan benih dan pakan ikan lele berdasarkan pokir Ketua DPRD Sumbar, Pak Supardi,” ujarnya.

Ia mengatakan ada tiga Pokdakan yang menerima bantuan benih dan pakan tersebut, ketiga berada di kawasan Koto Panjang, Payakumbuh Timur, yakni Pokdakan Lubuk Basamo, Pokdakan Bakapusun Jaya dan Pokdakan Harapan sejahtera.

Total ada lebih dari 100 ribu ekor benih lele yang diserahkan. Masing-masing Pokdakan mendapatkan sekitar 33.600 ekor benih lele.

Kemudian ada diserahkan sebanyak sekitar 400 kilogram pakan benih yang diterima Pokdakan masing-masing 140 kilogram.

“Diserahkan juga sebanyak 4.546 kilogram pakan biasa. Masing-masing Pokdakan menerima berkisan 1.500 kilogram lebih,” ujarnya.

Resi Suarti mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya, khususnya budidaya ikan lele.

Agar program kegiatan ini bisa mencapai tujuan yang diharapkan, ia mengatakan penerima bantuan benih dan pakan lele tersebut dipastikan merupakan yang layak dibantu. Ada sejumlah persyaratan teknis yang mesti dipenuhi Pokdakan.

“Terutama pula tiga Pokdakan ini bukan merupakan Pokdakan dadakan, namun memang sudah ada dan berproduksi sejak lama,” ujarnya.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi berharap pemberian bantuan benih dan pakan ikan lele ini bisa memacu semangat Pokdakan dan anggota dalam meningkatkan produksi ikan lele.

“Terutama sekali semoga bantuan ini bisa membantu peningkatan ekonomi anggota Pokdakan,” ujar Supardi.

Ia berharap usaha perikanan masyarakat ini bisa menjadi ujung tombak

Sementara itu, Lurah Koto Panjang Titi Fanny Gusti mengatakan memang upaya mandiri telah dipupuk Pokdakan di Koto Panjang, bahkan dalam membentuk kolam mereka melaksanakan swadaya. Mereka juga selalu berupaya untuk tak selalu berharap pada bantuan pemerintah, melainkan mengupayakan sendiri.

“Namun bagaimana pun bantuan yang diberikan DKP dengan dana pokir pak Supardi sangat berarti bagi Pokdakan. Apalagi Pokdakan-pokdakan ini memang memiliki rencana pengembangan lanjutan,” katanya.

Nantinya pokdakan-pokdakan ini akan menjadikan produksi ikan lele yang bukan hanya sebatas pengembangan benih saja, namun juga menjual ikan lele ke berbagai daerah.

Selain itu, juga akan dikembangkan produksi ikan asap yang akan memberdayakan para ibu-ibu Koto Panjang.

Mewakili masyarakat, lurah koto panjang mengucapkan terima kasih pada Supardi dan DKP yang telah menyerahkan bantuan pada tiga Pokdakan di Koto Panjang.

“Pokdakan dan masyarakat sangat terbantu dengan bantuan ini,” ujarnya. (003)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait