SEMARANG (SumbarFokus)
Komisaris Independen PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Yv Tri Saputra meminta seluruh jajaran Regional Office Manager (ROM) mengubah pola kerja agar pertumbuhan bisnis perusahaan tidak terjebak dalam kondisi stagnan.
Hal itu disampaikan Yv dalam sesi sharing bersama para ROM di Semarang, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, peningkatan target produksi tidak akan tercapai apabila perusahaan masih mengandalkan pola bisnis lama yang hanya bertumpu pada perpanjangan polis, menjaga relasi, serta mengikuti tender.
“Target produksi tidak akan naik hanya karena target dinaikkan. Produksi akan naik jika cara mencari bisnis berubah,” tegasnya.
Yv menilai salah satu tantangan utama yang dihadapi perusahaan asuransi BUMN saat ini adalah tingginya ketergantungan terhadap renewal, broker, dan sejumlah account besar, sementara kontribusi bisnis baru masih relatif kecil.
Karena itu, dia meminta seluruh regional bertransformasi dari sekadar penjaga portofolio menjadi pencipta pertumbuhan baru.
Strategi yang didorong antara lain penguatan cross selling, spesialisasi sektor ekonomi unggulan, pengelolaan target account secara terukur, optimalisasi ekosistem pemerintah dan BUMN, serta pendekatan penjualan berbasis risk engineering.
“Nasabah tidak membeli polis, tetapi membeli perlindungan terhadap aset, arus kas, dan keberlangsungan bisnis mereka. Karena itu, kita harus bertransformasi dari penjual polis menjadi pengelola risiko pelanggan,” ujarnya.
Untuk mengukur keberhasilan strategi tersebut, Yv mengusulkan penerapan Business Creation Index (BCI) yang mengukur kontribusi bisnis baru dan cross selling terhadap total premi perusahaan.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





