Komitmen Berantas Pekat, Pemkab Pasbar Segel Homestay di Kecamatan Koto Balingka

Plt. Kasat Pol PP Edison Zelmi dan unsur Forkopimca bersama tokoh masyarakat, saat melakukan penutupan dan penyegelan salah satu Home Stay yang berada di Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka, Jumat (31/5/2024). (Foto: Pemkab Pasaman Barat/SumbarFokus.com)

PASAMAN BARAT (SumbarFokus)

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), bertindak tegas setelah melakukan penangkapan tiga pasangan yang tidak terikat hubungan suami istri dan satu muncikari di sebuah homestay yang berada di Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, pada Rabu 22 Mei 2024 yang lalu.

Bacaan Lainnya

Menindaklanjuti hasil penangkapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama para tokoh masyarakat setempat menggelar rapat di Kantor Camat Koto Balingka, Jumat (31/5/2024).

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pasaman Barat, Kadis DPMPTSP, Camat Koto Balingka, Danramil Air Bangis, Kapolsek Sungai Beremas, Wali Nagari Parit, Bamus, Kepala Jorong se-Kenagarian Parit, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat Koto Balingka.

Plt. Kasat Pol PP Pasaman Barat Edison Zelmi mengatkan, keputusan tegas diambil untuk memerangi penyakit masyarakat (pekat) dan menjaga ketertiban umum. Salah satu langkah utama yang diputuskan adalah penutupan homestay Farida yang berada di Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

“Penutupan ini, merupakan respons langsung terhadap aktivitas ilegal yang ditemukan di tempat di homestay tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, dalam rapat yang melibatkan unsur Forkopimca setempat juga memutuskan untuk menutup semua lokasi yang digunakan sebagai tempat aktivitas penyakit masyarakat, termasuk kafe-kafe yang menyediakan Orang Penghibur (OP). Penutupan ini akan dilakukan secepatnya dan secara serentak dengan melibatkan seluruh pihak berwenang dan masyarakat.

“Keputusan tersebut diambil karena telah melanggar Peraturan Daerah atau Perda Nomor 13 tahun 2018 tentang Keamanan dan Ketertiban Umum Pasal 5 ayat 5 tentang Prostitusi dimana Hotel, Penginapan, Warung-warung, dan/atau Warung Remang-remang dilarang menyediakan wanita dan/atau laki-laki sebagai pemuas nafsu birahi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah-langkah ini adalah sebagai komitmen kuat pemerintah daerah untuk membersihkan Kabupaten Pasaman Barat dari segala aktivitas-aktivitas yang merusak moral dan ketertiban masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat Pasaman Barat.

“Masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang,” pintanya. (018)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait