WALHI Bongkar Dugaan Deforestasi Masif di Sumbar, Sentil Diamnya Pemerintah dan APH

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat membongkar sejumlah dugaan kerusakan hutan dan deforestasi di berbagai wilayah Sumatera Barat. (Foto: Ist./SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat membongkar sejumlah dugaan kerusakan hutan dan deforestasi di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Temuan tersebut dipublikasikan melalui akun media sosial resmi WALHI Sumbar dan langsung memicu perhatian publik karena menyinggung lemahnya penegakan hukum serta sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak serius menangani persoalan lingkungan.

Dalam unggahannya, WALHI Sumbar menuliskan kritik keras terhadap kondisi kerusakan hutan di Sumbar.

“Fakta-Fakta Deforestasi Hutan di Sumatera Barat. Dari diamnya gubernur dan nihilnya penegakan hukum oleh kepolisian,” tulis WALHI Sumbar.

Berdasarkan hasil investigasi WALHI, sejumlah kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) di Sumbar disebut mengalami kerusakan akibat aktivitas pembalakan hutan dan alih fungsi kawasan lindung.

Salah satu lokasi yang disorot yakni kawasan Hulu DAS Aia Dingin di Lubuk Minturun Kota Padang.

Menurut WALHI, kawasan tersebut sebelumnya menjadi salah satu pemicu bencana ekologis di Sumbar dan sempat disegel Satgas PKH karena berada di kawasan hutan lindung.

“Namun sampai hari ini kita tak pernah tahu siapa pelaku kejahatannya,” tulis WALHI.

Tak hanya di Kota Padang, WALHI juga mengungkap dugaan pembalakan hutan di Nagari Durian Gadang Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung.

Foto yang dipotret pada 28 Desember 2025 itu memperlihatkan kerusakan hutan yang disebut sangat masif.

WALHI menilai kondisi tersebut berpotensi memicu bencana ekologis yang lebih besar karena kawasan itu merupakan hulu DAS Indragiri yang alirannya mengarah hingga ke Provinsi Riau.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait