Menurut dia, ajang tersebut tidak semata-mata mengejar prestasi dalam perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.
āCuma sebenarnya yang paling penting bagi kami bukan lombanya, tapi kita ingin menjadikan lomba ini bukan akhir, melainkan awal dari bagaimana SMP Negeri 25 Padang semakin bangkit dan semakin baik untuk menerapkan pendidikan lingkungan sedini mungkin kepada anak-anak kita,ā ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kesiswaan SMP Semen Padang Nasrul mengatakan, sekolahnya mengandalkan pengalaman sebagai penerima penghargaan Adiwiyata Mandiri tingkat nasional. Dengan 408 siswa, terdiri dari 207 laki-laki dan 191 perempuan, sekolah memfokuskan penerapan empat pilar sekolah sehat melalui pembagian tugas, pembenahan administrasi, dan penataan fasilitas.
āPersiapan sekolah kami, baik itu yang berkaitan dengan administrasi, berkaitan dengan lapangan, siswa, guru, orang tua, alhamdulillah sudah kami rancang dengan baik. Hal ini bisa kami manajemen dengan cara berkolaborasi, berinteraksi, dan saling kerja sama guna untuk mewujudkan Sekolah Sehat SMP Semen Padang,ā jelas Nasrul.
Dia menilai keberlanjutan program sekolah sehat membutuhkan dukungan pemerintah dan kolaborasi seluruh elemen sekolah, orang tua, serta berbagai pihak terkait.
āPesan kami karena program ini adalah program berkelanjutan, tentu kepada pemerintah tetap mempertahankan program ini karena ini sangat butuh sekali. Terhenti saja satu periode program ini, maka seluruh sekolah mereka akan molor lagi, akan mundur lagi. Sekolah tidak saja berprestasi di bidang akademik saja, tapi non-akademik dan sekolah yang peduli terhadap lingkungan,ā tegasnya. (000/pdg)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





