SOLOK (SumbarFokus)
Kabut asap yang berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat mendorong Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Daswippetra, Dt Mjj Alam, menyalurkan 20 ribu masker untuk masyarakat dan pelajar di Kota Solok, dan Kabupaten Solok.
Sebanyak 10 ribu masker telah dibagikan kepada masyarakat umum. Sementara 10 ribu masker lainnya disalurkan ke sekolah-sekolah untuk membantu melindungi pelajar ketika kondisi udara kurang baik.
Daswippetra mengatakan, bantuan tersebut diberikan karena kabut asap mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Menurutnya, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk.
āKita melihat sendiri bagaimana kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, saya terpanggil untuk melakukan sesuatu yang bisa langsung membantu masyarakat,ā ujar Daswippetra.
Dia menegaskan, masker bukan solusi untuk menyelesaikan persoalan kabut asap. Namun, penggunaannya diharapkan dapat menjadi perlindungan sederhana bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.
āAnak-anak kita harus tetap belajar, tetapi kesehatan mereka jangan sampai dikorbankan. Masker ini salah satu ikhtiar sederhana untuk memberikan perlindungan,ā katanya.
Sebelumnya, BMKG melaporkan adanya sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat. Kondisi atmosfer yang relatif kering selama musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan, serta meluasnya sebaran asap.
Kabut asap dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, jarak pandang, dan aktivitas transportasi. Anak-anak, dan kelompok rentan lainnya menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kondisi udara memburuk.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





