5 Obat yang Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran

Obat penyebab gangguan pendengaran
Chloroquine dan hydroxychloroquine digunakan untuk mengobati malaria. Hydroxychloroquine juga bisa digunakan untuk beberapa jenis artritis dan lupus. (Foto: Canva/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Gangguan pendengaran adalah bagian dari penuaan. Ini bisa berdampak besar pada hidup dan biasanya terjadi karena penyebab alami. Namun, dalam beberapa kasus, obat-obatan juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran.

Bacaan Lainnya
KPU Provinsi Sumatera Barat

Faktanya, ada lebih dari 100 jenis obat yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Dan, banyak obat yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran juga dapat menyebabkan tinitus (telinga berdenging). Lansia dan bayi tampaknya paling berisiko.

Walaupun gangguan pendengaran akibat obat tergolong jarang, tetapi tetap saja ada baiknya Anda mengetahui apakah efek samping ini bisa terjadi dengan obat yang Anda gunakan. Berikut ini beberapa obat penyebab gangguan pendengaran.

  1. Diuretik

Pil air seperti furosemida, atau dikenal sebagai diuretik loop, dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Diuretik loop dianggap menyebabkan perubahan pada koklea, menurut studi dalam Journal of Otology tahun 2016. Koklea merasakan getaran suara dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak. Perubahan koklea dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Gangguan pendengaran akibat oleh diuretik loop biasanya bersifat sementara dan reversibel. Namun, ketulian permanen bisa terjadi pada kesempatan langka. Risikonya lebih tinggi jika diuretik loop dikombinasikan dengan obat perusak telinga lainnya atau diberikan kepada orang dengan kerusakan ginjal.

Kalau Anda mengalami gangguan pendengaran saat menggunakan obat diuretik, beri tahu dokter. Dokter mungkin akan menyarankan untuk mengganti obat.

  1. Antibiotik

Antibotik makrolida, aminoglycoside, dan vancomycin telah dikaitkan dengan gangguan pendengaran. Antibiotik-antibiotik tersebut dapat menyebabkan gangguan pendengaran dengan langsung merusak struktur di telinga, tetapi alasan pastinya belum diketahui dengan jelas.

Menurut laporan dalam jurnal Frontiers in Neurology tahun 2021, berbagai tingkat gangguan pendengaran telah dilaporkan dengan makrolida seperti azithromycin, erythromycin, dan clarithromycin. Ini berkisar dari gangguan pendengaran ringan yang reversibel hingga hingga tuli total. Gangguan pendengaran cenderung lebih mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi azithromycin dosis tinggi dari waktu ke waktu.

Antibiotik aminoglycoside seperti gentamicin dan tobramycin efektif membunuh bakteri, tetapi bentuk intravena dan topikal dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran. Aminoglycoside adalah penyebab umum gangguan pendengaran pada anak-anak, menurut studi dalam jurnal Frontiers in Cellular Neuroscience tahun 2021.

Vancomycin adalah antibiotik yang tersedia dalam bentuk oral dan injeksi. Kedua bentuk tersebut telah dikaitkan dengan gangguan pendengaran, tetapi sebagian besar kasus terkait dengan vankomisin intravena.

Mencegah gangguan pendengaran dari antibiotik biasanya melibatkan pemberian pengobatan jangka pendek dan memprioritaskan antibiotik yang memiliki risiko efek samping terkait pendengaran yang lebih rendah. Namun, terkadang antibiotik khusus diperlukan untuk mengobati infeksi. Temui dokter kalau Anda mengalami gangguan pendengaran setelah memulai antibiotik.

  1. Obat malaria

Chloroquine dan hydroxychloroquine digunakan untuk mengobati malaria. Hydroxychloroquine juga bisa digunakan untuk beberapa jenis artritis dan lupus.

Baik chloroquine maupun hydroxychloroquine telah dikaitkan dengan gangguan pendengaran, dengan secara langsung merusak koklea. Keduanya juga bisa menyebabkan berbagai tingkat gangguan pendengaran, mulai dari yang ringan hingga parah. Dalam banyak kasus efek ini reversibel, tetapi beberapa kasus yang dilaporkan bersifat permanen, mengutip laporan dalam jurnal International Archives of Otorhinolaryngology tahun 2022.

Hubungi dokter kalau Anda mengalami perubahan pendengaran saat mengonsumsi chloroquine atau hydroxychloroquine. Dokter mungkin menyarankan Anda menghentikannya atau menggantinya dengan obat lain.

  1. Obat disfungsi ereksi

Obat disfungsi ereksi seperti sildenafil dikenal sebagai phosphodiesterase-5 (PDE5) inhibitor. Obat lain dalam kelas ini termasuk tadalafil, vardenafil, dan avanafil.

Studi dalam jurnal Archives of Otorhinolaryngology-Head & Neck Surgery menemukan hubungan yang signifikan antara penghambat PDE5 dan gangguan pendengaran. Dalam studi ini, risikonya terutama terkait dengan Viagra. Namun, ada juga laporan kasus gangguan pendengaran yang terbatas dari Cialis, vardenafil, dan avanafil.

Secara umum, risiko keseluruhan gangguan pendengaran dengan penghambat PDE5 rendah. Namun, jika mengalami perubahan pendengaran setelah meminum salah satu obat ini, beri tahu dokter.

  1. Opioid

Opioid seperti oxycodone mengobati nyeri sedang hingga parah. Sementara kerjanya efektif, tetapi penggunaannya cenderung terbatas pada kasus nyeri yang lebih parah karena risiko ketergantungan.

Selain itu, dipaparkan dalam studi dalam jurnal Addiction & Health tahun 2018, ada lebih banyak laporan gangguan pendengaran dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam kasus overdosis opioid.

Itulah beberapa obat penyebab gangguan pendengaran. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait