Namun, Agus mengingatkan bahwa proses menuju pengakuan sebagai warisan budaya dunia UNESCO membutuhkan perjalanan panjang. Dia mencontohkan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.
“Seperti halnya Sawahlunto, Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sudah menjadi warisan budaya dunia. Menjadi warisan ini juga butuh proses panjang, dan yang terpenting adalah kelanjutannya,” katanya.
Menurut Agus, tantangan tidak berhenti ketika sebuah kawasan memperoleh pengakuan sebagai warisan dunia. Manajemen kawasan, keberlanjutan program, serta manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat harus dipastikan.
Karena itu, sebelum melangkah lebih jauh menuju pengakuan internasional, kawasan Pabrik Indarung I perlu terlebih dahulu diaktifkan sebagai pusat kegiatan kebudayaan.
“Nah, setelah menjadi warisan dunia itu manajemennya bagaimana. Makanya kita sebelum menuju ke sana, kita aktivasi dulu sebagai pusat-pusat berkebudayaan,” ujar Agus.
Kedatangan Agus Widiatmoko bersama rombongan disambut Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino dan Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang Idris.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengapresiasi kunjungan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan tersebut. Menurutnya, kunjungan itu semakin memperkuat perhatian terhadap Pabrik Indarung I sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah penting bagi perusahaan, Sumatera Barat, maupun perjalanan industri nasional.
“Kami mengapresiasi kunjungan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan ke Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I. Kunjungan ini semakin mengukuhkan keberadaan Pabrik Indarung I sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan warisan budaya yang penting,” ujar Win.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





