Pemko Pariaman dan Kemenekraf Gelar Melukis Bersama 100 Anak Terdampak Bencana

Kegiatan Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-Anak Terdampak Bencana di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (20/8/2026). (Foto: Diskominfo Pariaman/SumbarFokus.com)

PARIAMAN (SumbarFokus)

Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI menggelar kegiatan Melukis Bersama Asosiasi dan Anak-Anak Terdampak Bencana di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad.

Dalam sambutannya, Yota menyampaikan apresiasi kepada Kemenekraf RI, para seniman, komunitas, dan seluruh pihak yang peduli terhadap anak-anak terdampak bencana di Kota Pariaman. Menurutnya, seni dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan sekaligus memulihkan semangat mereka.

“Bencana memang dapat meninggalkan luka, kehilangan, dan pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Namun kita percaya bahwa setiap anak memiliki kekuatan untuk bangkit. Hari ini, kita tidak hanya mengajak anak-anak untuk melukis di atas kanvas, tetapi memberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, harapan, imajinasi, dan cita-cita mereka melalui karya seni,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Yota juga mengajak anak-anak agar berani berkarya dan mengembangkan kreativitas melalui seni.

“Bermainlah, berkaryalah, dan jangan takut bermimpi. Tuangkan semua yang kalian rasakan dan bayangkan ke dalam lukisan. Tidak ada lukisan yang salah. Siapa tahu dari tangan anak-anak yang kita dampingi hari ini, kelak lahir seniman besar, desainer, pelukis, atau animator yang mengharumkan nama Kota Pariaman dan Sumatera Barat,” harapnya.

Sementara, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenekraf RI Dadam Mahdar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini dirancang sebagai ruang ekspresi seni sekaligus sarana pemulihan psikososial (trauma healing) bagi anak-anak terdampak bencana.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait