7 Cara Mengatasi BAB Keras, Bebas Sembelit dan Sakit Perut

Penjelasan cara mengatasi BAB
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Parkinson’s Disease menyebutkan, pijatan perut lembut dapat mengurangi gejala konstipasi. Aktivitas ini dapat merangsang otot-otot yang terlibat dalam dalam gerakan usus sehingga bekerja lebih lancar dan tidak stres. (Foto: Pin/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Nyaris setiap dari kita pernah mengalami sakit perut. Terlebih karena gangguan buang air besar alias sembelit. Rasanya? Jangan ditanya, jelas tidak nyaman.

Bacaan Lainnya

Kalau sedang mengalaminya, yang Anda perlukan adalah menerapkan cara mengatasi BAB keras berikut. Opsi rumahan ini bisa Anda lakukan secara rutin untuk melunakkan tinja. Langkah paling mudah tentu saja memperhatikan asupan makanan hingga mengonsumsi obat pencahar. Simak penjelasan cara mengatasi BAB keras berikut ini.

Penyebab BAB keras

Tinja terbuat dari sisa makanan dan limbah metabolisme yang tidak tercerna oleh tubuh. Kotoran ini kemudian bergabung dengan air dan dibuang setelah melewati usus halus. Prosesnya melibatkan motilitas atau gerakan gastrointestinal yang membantu tinja melewati saluran pencernaan, melansir Healthline.

Keseluruhan proses inilah yang memengaruhi tekstur tinja, apakah lembek atau keras. Nah, berikut ini beberapa penyebab mengapa BAB keras dan susah keluar.

Konsumsi obat-obatan tertentu, baik secara oral maupun pemberian jalur lainnya, seperti antidepresan dan beberapa pereda nyeri

Diet dan gaya hidup. Dehidrasi atau kekurangan cairan dan diet rendah lemak menyebabkan kotoran sulit dikeluarkan

Penyebab medis. Beberapa kondisi kesehatan menyebabkan tinja menjadi keras. Misalnya penuaan, gangguan usus, penyakit celiac, dan lain sebagainya

Kurangnya aktivitas fisik. Kurang melakukan kegiatan fisik dapat menyebabkan suplai darah ke usus ikut berkurang. Akibatnya, pergerakan pencernaan melambat yang menjadikan feses keras

Sedang mengandung. Bagi ibu hamil, BAB keras sering terjadi dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut

Irritable Bowel Syndrome (IBS). Penyakit ini merupakan jenis kronis yang dapat menyebabkan kontipasi dan diare secara bergantian.

Apabila hal di atas terjadi padamu, Anda mungkin mengalami gejala feses keras yang tidak nyaman. Seperti halnya, kesulitan mengeluarkan gas alias kentut, sakit perut, nyeri, dan sulit mengejan saat buang air besar.

Cara mengatasi BAB keras

Kotoran yang keras dan kurang air dapat membuat perut bekerja lebih ekstra saat mengeluarkannya. Nah, jika tidak segera diatasi, proses mengejan yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada usus dan area anus.

Apabila Anda mengalami pup disertai darah, bisa jadi iritasi telah berubah menjadi robekan kecil di saluran pencernaan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih, lho! Anda bisa mencoba pilihan home remedies berikut sebagai cara mengatasi BAB keras.

  1. Meningkatkan asupan serat

Sebagaimana kita ketahui, sebagian besar penyusun feses merupakan sisa makanan yang diolah pada sistem pencernaan. Tidak heran kalau perubahan pola makan menjadi salah satu cara mengatasi BAB keras paling utama.

Dilansir WebMD, ada banyak makanan kaya serat yang bisa membantu melunakkan tekstur feses. Beberapa di antaranya adalah buah beri atau apel dengan kulit, sayur-sayuran, sereal gandum, dan roti. Jika melakukan tes kesehatan, dokter mungkin merekomendasikan jumlah serat khusus yang harus dipenuhi setiap harinya.

  1. Minum lebih banyak cairan

Dehidrasi dan kurang cairan turut menyebabkan feses bertekstur keras. Lebih lanjut, kekurangan cairan juga dapat menimbulkan masalah saluran kencing yang serius.

Untuk itu, Anda perlu memenuhi kebutuhan cairan harian sehingga tekstur tinja lebih lunak. Jika mengalaminya, hindari konsumsi alkohol dan kafein karena dapat menyebabkan dehidrasi. Tanda Anda mendapatkan asupan cairan cukup yakni kencing berwarna kuning pucat hingga bening.

  1. Pijat perut

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Parkinson’s Disease menyebutkan, pijatan perut lembut dapat mengurangi gejala konstipasi. Aktivitas ini dapat merangsang otot-otot yang terlibat dalam dalam gerakan usus sehingga bekerja lebih lancar dan tidak stres.

Anda bisa mengombinasikan pijatan ini dengan biofeedback, ya. Terapi ini mampu memberikan sugesti pada pikiran sehingga membantumu belajar mengendalikan fungsi tubuh.

  1. Perhatikan waktu BAB

Ada kalanya Anda kebelet, tapi sedang berada di tempat umum sehingga kurang nyaman untuk BAB. Padahal, feses sudah ‘berteriak’ minta dikeluarkan.

Menahan kotoran berarti membuatnya bertahan di usus besar lebih lama. Akibatnya, feses akan lebih keras dan sulit dikeluarkan. Untuk mengurangi kebiasaan ini, Anda bisa melatih usus dengan mengatur waktu makan dan menjadwalkan BAB.

  1. Menambah aktivitas fisik

Seperti di singgung pada pembahasan sebelumnya, kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan otot usus tidak cukup mendapatkan suplai darah. Akibatnya, gerak otot cenderung lambat. Untuk mengatasinya, Anda perlu menambah kegiatan yang melibatkan tenaga fisik.

Cobalah melakukan olahraga ringan secara bertahap beberapa kali dalam seminggu. Stimulasi ini membantu otot di usus meningkatkan aktivitasnya. Pastikan menyesuaikan porsi olahraga sesuai kemampuan tubuh, ya!

  1. Mengonsumsi suplemen

Penjelasan cara mengatasi BAB keras selanjutnya ialah dengan mengonsumsi suplemen. Selain mengandalkan makanan dan minuman, suplemen bisa jadi salah satu cara mengatasi BAB keras. Studi pada Journal of Neurogastroenterology and Motility pada 2019 menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat memperbaiki tekstur feses peserta penelitian.

Hasil tersebut didasarkan pada skala bentuk bristol atau skala tekstur feses, waktu transit kolon, dan buang air besar spontan. Namun, jika berkenan mengonsumsi suplemen, pastikan mendapatkan produk yang aman dan mengantongi izin BPOM dan Kemenkes, ya!

  1. Mengonsumsi obat pencahar

Anda juga bisa mengonsumsi obat pencahar sebagai cara mengatasi BAB keras. Obat-obatan ini tersedia secara bebas di pasaran. Sebelum membeli, sebaiknya konsultasikan kondisimu dengan apoteker yang bertugas.

Dilansir Medical News Today, berikut beberapa obat pencahar yang bisa Anda gunakan.

Pencahar osmotik yang menarik air ke usus besar (polyethylene glycol, laktulosa)

Pencahar emolien yang juga menarik air ke usus besar dan aman untuk sebagian besar kategori usia termasuk lansia dan ibu hamil

Pencahar pembentuk massa yang bekerja dengan meningkatkan berat tinja sehingga usus mudah mengeluarkannya (metilselulosa).

Sebuah penelitian yang dipublikasi pada jurnal Alimentary Pharmacology & Therapeutic menunjukkan, fungsi psyllium yang bekerja baik dalam mengatasi feses keras. Jika dibandingan dengan pelunak tinja, peserta penelitian yang mendapat psyllium memiliki feses dengan kandungan air yang lebih banyak.

Itulah penjelasan cara mengatasi BAB keras. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait