Mitos atau Fakta: Konsumsi Wortel Dapat Mempertajam Penglihatan

Penjelasan fakta mitos wortel
Hanya karena wortel mengandung nutrisi yang baik untuk mendukung kesehatan mata, banyak orang yang percaya bahwa wortel dapat meningkatkan ketajaman penglihatan secara menyeluruh. Benarkah demikian? (Foto: Pin/Ist.)

PADANG (SumbarFokus)

Kebiasaan makan sayur pasti akan diajarkan orangtua kepada anaknya untuk menjaga tubuh tetap sehat. Terutama untuk kesehatan mata, kebanyakan orangtua akan menyuruh anaknya untuk rutin mengonsumsi wortel agar penglihatan tetap fokus dan jelas. Nasihat ini telah menjamur dan menjadi budaya di kalangan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Wortel mengandung beta karoten yaitu senyawa penting yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan mata. Namun, benarkah wortel mampu meningkatkan ketajaman penglihatan secara menyeluruh? Mitos atau fakta, ya? Simak penjelasan fakta mitos wortel berikut ini.

  1. Kandungan gizi pada wortel

Umumnya wortel yang dijual di pasaran berwarna oranye. Namun banyak varietas wortel berwarna lain seperti putih, kuning, merah, ungu, dan ungu pekat. Bahan makanan berwarna menunjukkan adanya kandungan antioksidan di dalamnya.

Wortel dikenal kaya akan kandungan antioksidan seperti karotenoid yang memberikan tampilan warna oranye. Sebuah laporan yang terbit dalam jurnal Food and Nutrition Sciences tahun 2014 menyebutkan bahwa wortel juga mengandung lutein, antosianin, flavonoid (kaempferol, kuersetin, dan luteolin), serat, dan berbagai mineral seperti mangan dan magnesium.

Laman Healthline menyebutkan kandungan beta karoten dalam wortel merupakan bahan utama penyusun vitamin A dalam tubuh. Vitamin A akan membentuk rhodopsin yaitu pigmen pada sel fotoreseptor retina yang berperan dalam penerimaan cahaya. Lutein dalam wortel membantu mencegah degenerasi makula yang menjadi penyebab kurang jelas atau buramnya penglihatan.

  1. Benarkah wortel bisa menajamkan penglihatan?

Hanya karena wortel mengandung nutrisi yang baik untuk mendukung kesehatan mata, banyak orang yang percaya bahwa wortel dapat meningkatkan ketajaman penglihatan secara menyeluruh. Benarkah demikian?

Mengutip All About Vision, meski mengandung nutrisi penting untuk mata tapi wortel tidak bisa mengobati atau menyembuhkan gangguan penglihatan seperti rabun jauh (miopi), glaukoma, dan retinopati diabetik. Wortel hanya membantu mengatasi rabun senja atau penglihatan yang kurang jelas saat malam hari. Mengonsumsi wortel hanya dapat menjaga kesehatan mata dan melindungi penglihatan yang telah memburuk agar tidak semakin parah.

Meskipun wortel kaya akan beta karoten, tapi mengonsumsi wortel saja tidak dapat menjaga kesehatan mata secara penuh. Kombinasikan wortel dengan makanan bervitamin A lainnya seperti kacang almond, telur, sayur kale, bayam, dan ikan salmon untuk mendukung kesehatan mata yang lebih maksimal, seperti dijelaskan dalam laman Disha Eye Hospitals.

  1. Mengapa wortel sangat dipercaya dalam meningkatkan ketajaman mata?

Teori mengenai khasiat wortel dalam meningkatkan ketajaman penglihatan sudah dikenalkan sejak Perang Dunia II. Dilansir Westside Eye Clinic, kala itu Angkatan Udara Britania Raya menemukan sebuah teknologi radar yang dapat mendeteksi keberadaan pesawat lawan dari jarak jauh.

Namun karena sistem ini masih sangat rahasia, membuat prajurit sulit untuk melacak dan menargetkan pesawat lawan tanpa mengandalkan penglihatan, terlebih saat malam hari dengan kondisi penerangan yang redup. Oleh karena itu, pemerintah mengampanyekan untuk memakan wortel agar penglihatan mereka lebih tajam.

Pada saat itu, wortel merupakan surplus makanan dan mudah untuk ditanam oleh semua kalangan di Britania Raya. Selain itu, wortel bukan termasuk bahan makanan yang dijatah pada masa perang, sehingga mudah untuk didapatkan.

  1. Nutrisi dalam wortel mampu mencegah kerusakan mata

Kandungan antioksidan lutein dan zeaxanthin dalam wortel sangat berperan penting dalam menjaga mata agar tetap sehat. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Opthalmology tahun 2006 menyebutkan bahwa pola diet lutein dan zeaxanthin dapat mencegah Intermediate Age-Related Macular Degeneration (AMD), yaitu penglihatan yang memburuk akibat menurunnya fungsi makula yang disebabkan faktor usia.

Studi ini melibatkan subjek perempuan berusia 50–79 tahun yang diberikan diet kaya lutein dan zeaxanthin selama 7 tahun. Hasilnya menunjukkan pola diet ini lebih berhasil pada perempuan dengan usia yang lebih muda daripada yang berusia 75 tahun dalam menurunkan risiko AMD. Karena itu penting bagi kita untuk rajin mengonsumsi makanan yang kaya akan lutein dan zeaxanthin guna menjaga kesehatan mata hingga hari tua nanti.

  1. Lebih berkhasiat wortel mentah atau wortel yang dimasak?

Mitos lainnya tentang wortel yang juga dipercaya masyarakat adalah wortel mentah akan lebih menyehatkan daripada wortel yang dimasak. Wortel mentah dianggap lebih segar dan memiliki kandungan gizi yang masih utuh. Benarkah demikian?

Mengutip Healthline, tubuh akan menggunakan beta karoten dengan lebih efisien pada wortel yang dimasak daripada yang dimakan mentah. Laman Consumer Report juga menyebutkan bahwa tubuh akan lebih maksimal menyerap karotenoid dalam wortel yang sudah dimasak. Proses pemasakan akan menghancurkan dinding sel pada wortel yang lebih memudahkan untuk nutrisi larut dalam tubuh.

Di samping itu, teknik memasak yang digunakan juga berpengaruh penting terhadap keutuhan zat gizi. Sebaiknya wortel dimasak dengan cara dikukus, ditumis, atau dipanggang daripada direbus karena nutrisi wortel akan ikut larut dalam air rebusan. Memasak wortel dengan sedikit lemak seperti minyak zaitun juga akan memaksimalkan penyerapan vitamin A oleh tubuh.

  1. Berapa jumlah asupan wortel yang disarankan per harinya?

Penjelasan fakta mitos wortel selanjutnya adalah tentang saran asupan wortel per hari. Belum diketahui secara pasti jumlah asupan wortel yang direkomendasikan untuk meningkatkan penglihatan terutama saat malam hari. Beberapa penelitian hanya fokus terhadap senyawa beta karoten atau suplemen vitamin A, bukan spesifik pada wortel. Namun, tubuh akan memberikan tanda berupa kulit yang tampak kuning atau oranye sebagai sinyal konsumsi wortel yang berlebihan.

Dijelaskan laman Scientific American, Emily Chew, seorang wakil direktur klinis National Eye Institute lebih menyarankan mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam, kale, dan sawi keriting sebagai alternatif pengganti wortel. Kedua sayuran ini juga kaya akan lutein dan zeaxanthin yang membantu melindungi mata dengan cara menyaring sinar UV dan mencegah degenerasi makula. Tentunya hal ini juga untuk mencegah efek kulit menguning akibat konsumsi wortel yang berlebihan.

  1. Pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan mata

Beberapa pola hidup yang bisa diterapkan dengan mudah untuk meningkatkan ketajaman penglihatan yaitu:

  • Biasakan untuk terkena paparan cahaya alami terutama saat pagi hari;
  • Kurangi durasi menatap layar gadget;
  • Menjaga pola makan sehat dan berat badan ideal;
  • Menghindarkan diri dari konsumsi alkohol dan merokok;
  • Rutin melakukan senam mata.

Menatap layar gadget dalam durasi yang lama menyebabkan kelelahan mata. Dengan melakukan senam mata akan membuat otot-otot mata yang tegang dan lelah menjadi rileks, sehingga penglihatan pun dapat menjadi lebih jelas. Olahraga mata juga dapat meredakan sakit kepala dan mengembalikan fokus mata.

Simpulannya bahwa wortel dapat meningkatkan ketajaman penglihatan secara menyeluruh adalah mitos. Wortel hanya dapat mempertahankan kondisi kesehatan mata saat ini dan mencegah terjadinya degenerasi makula yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Sehingga, mengonsumsi wortel bersama makanan bervitamin A lainnya akan lebih memaksimalkan manfaatnya.

Itulah penjelasan fakta mitos wortel. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait