Sementara itu, Ketua Tim Supervisi PRR Pascabencana Brigadir Jendral Polisi Yopie Indra Sepang menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memonitor dan mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah, sehingga kendala yang ditemui dapat dicarikan solusi bersama.
Yopie mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang telah menyiapkan jalan alternatif dari Jembatan Panjang menuju Bangkok.
“Kami sudah melihat beberapa lokasi. Salah satu kendala yang kami temui adalah permasalahan sungai dan jalan. Melihat kondisi jalan yang memang rawan dilalui, seperti di Polongan Anam, pemerintah daerah juga sudah mencari solusi dengan membuat jalan alternatif dan ini akan kami angkat ke pusat mengingat keterbatasan anggaran di daerah,” paparnya.
Adapun peningkatan Jalan Jembatan Panjang-Bangkok di Kecamatan Talamau bersumber dari APBD Kabupaten Pasaman Barat Tahun Anggaran 2026 senilai Rp1.416.050.071.
Sedangkan penanganan Polongan Anam bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai lebih kurang Rp12 miliar, tersebar di lima titik kerusakan dan saat ini masih dalam proses lelang.
Selain meninjau Polongan Anam dan jalan alternatif, rombongan juga meninjau penanganan SPAM PDAM, Jembatan Panjang, hingga Jembatan Aia Gadang.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Dandim 0305/Pasaman diwakili Pabung Kapten Inf. Abdul Kadir, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, Danki Brimob AKP Sutanto, Plt. Kalaksa BPBD Setia Bakti, Kaban Kesbangpol Yosmar Difia, Kasat Pol PP Handoko, Plt. Kadis PU Bambang, Plt. Kadis Kominfo Muharram, Kabid IKP Kominfo Yudhinal Reviola, Camat Talamau bersama Forkopimca Talamau, dan stakeholder terkait lainnya. (018)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





