“Kita hitung, biaya tenaga kerja setahun cuma Rp2 sampai Rp3 triliun. Kalau begitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun,” katanya.
Dony kembali menegaskan seluruh pegawai akan tetap dipertahankan setelah proses restrukturisasi selesai.
“Seluruh karyawan tidak akan ada yang kita kurangi. Mereka akan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Kita tidak mau juga menzalimi karyawan karena itu bukan salah mereka,” tegasnya.
Menurut Dony, konsolidasi BUMN diperkirakan mampu menghasilkan penghematan hingga sekitar Rp50 triliun setiap tahun. Efisiensi tersebut berasal dari penghapusan transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga perusahaan di bawahnya yang selama ini dinilai menimbulkan inefisiensi.
Dia menyebut penggabungan sejumlah subholding di lingkungan Pertamina telah menghasilkan efisiensi sekitar 600 hingga 700 juta dolar AS. Model serupa akan diterapkan pada kelompok usaha BUMN lainnya sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan negara yang lebih ramping, sehat, efisien, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional. (000/003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





