Menurut Idris, partisipasi tersebut juga sejalan dengan tema HJK Padang ke-357 yang mendorong penguatan sektor gastronomi sebagai bagian dari upaya menjadikan Kota Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia.
Dia menyebut, kekayaan budaya dan kuliner lokal memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi identitas daerah yang dapat meningkatkan daya saing Kota Padang di tingkat internasional.
Komitmen tersebut, lanjutnya, sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang diterapkan PT Semen Padang, tidak hanya dalam aspek bisnis dan lingkungan, tetapi juga melalui pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan identitas lokal.
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi antusiasme masyarakat, peserta, dan seluruh pihak yang ikut menyukseskan Festival Pawai Telong-Telong.
Fadly mengatakan, kemeriahan festival menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Kota Padang. Menurut dia, nilai gotong royong tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan dan pemulihan Kota Padang.
“Tumpah ruah warga, semangat para peserta, dan antusiasme para tamu undangan semuanya bersatu memeriahkan kegiatan kota kita tercinta. Ini adalah bentuk nyata dukungan kita terhadap visi dan misi kejayaan Kota Padang,” ujarnya.
Dia menyebut, Festival Pawai Telong-Telong tidak sekadar menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga memiliki nilai historis karena mengingatkan masyarakat pada semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
Fadly berharap berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





