PADANG (SumbarFokus)
Barang-barang yang sudah tidak terpakai tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Di tangan pelaku UMK PKBM Tenggang Raso dari Pegambiran, Kota Padang, berbagai barang bekas justru diolah kembali menjadi produk kerajinan yang memiliki bentuk, fungsi, dan nilai jual.
Di stan UMK PKBM Tenggang Raso, beragam hasil kerajinan dipajang. Produk yang ditawarkan antara lain tas laptop, wadah tumbler, gantungan kunci dan berbagai bentuk kerajinan lainnya.
Salah satu bahan yang dimanfaatkan adalah botol minuman bekas. Namun, kreativitas UMK PKBM Tenggang Raso tidak terbatas pada satu jenis barang bekas.
Berbagai bahan yang sebelumnya dianggap tidak lagi memiliki manfaat dikumpulkan, kemudian dibersihkan dan diolah menjadi produk baru.
Netti (52), salah seorang pelaku UMK PKBM Tenggang Raso, mengatakan bahan yang digunakan diperoleh melalui pengepul. Untuk bahan tersebut, mereka membelinya dengan harga sekitar Rp2.000 per kilogram.
βDari bahan-bahan yang dikumpulkan dan diolah ini, produksi bisa mencapai rata-rata sekitar 100 piece per hari,β ungkap Netti.
Salah satu produk yang dihasilkan adalah tas laptop. Jumlah produksinya telah mencapai sekitar 200-an buah. Sementara sejumlah produk kerajinan lainnya dijual dengan harga sekitar Rp10 ribu.
Bagi UMK PKBM Tenggang Raso, kegiatan mengolah barang bekas bukan sekadar menghasilkan kerajinan. Ada nilai ekonomi yang muncul ketika bahan yang sebelumnya tidak digunakan kembali diberi bentuk dan fungsi.
Karya tersebut kemudian mendapat ruang untuk diperkenalkan melalui SCF 2026. Dari Pegambiran, Kota Padang, kreativitas itu dibawa ke panggung SCF 2026.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





