Like, Share, dan Kepercayaan: Wajah Baru Polri di Ruang Digital

Seorang pemuda terlihat antusias menyaksikan tayangan konten di akun TikTok @david_wewe_official. (Foto: SISCA OKTRI SANTI/SumbarFokus.com)

Oleh SISCA OKTRI SANTI

 

“Mau ke mana, Om?” ujar seorang anggota polisi lalu lintas sambil menghentikan sepeda motor seorang pria petugas kebersihan yang ia pergoki melawan arus lalu lintas. Selain melawan arus, pengendara juga terlihat tidak mengenakan helm.

“Mau ambil sampah, Pak,” jawab pria itu pelan.

Bacaan Lainnya

Alih-alih langsung me

ngeluarkan surat tilang, sang polisi justru mengulurkan tangan, berkata “Sini, salaman dulu kita!”

Suasana yang semula canggung perlahan mencair. Polisi itu kemudian memberi teguran yang tak disangka kepada si pengendara.

“Sebelum membersihkan jalan, bersihin hati dulu. Bersihin hati dengan cara apa? Yang tertib di jalan. Jangan melakukan pelanggaran. Ngga boleh, ya. Mas ngga pakai helm, lawan arah. Mau dekat atau jauh, tetep helm itu harus melekat kalau Mas berkendara,” tuturnya.

Petugas kebersihan senyum tersipu malu dan kemudian mengangguk pelan.

“Iya, saya salah, Pak,” lirihnya.

Polisi itu kembali melempar candaan.

“Mau saya tilang atau damai?” tanyanya.

Petugas kebersihan memilih damai. Selanjutnya, karena memilih damai, maka polisi akhirnya memberikan hukuman push up kepada petugas kebersihan.

Adegan ini terekam dalam video yang diunggah melalui akun TikTOK @ferdians., milik anggota polisi lalu lintas bernama Ferdian, yang dikenal aktif menyampaikan edukasi berlalu lintas dengan pendekatan humanis. Video bertajuk “Lagi-lagi Lawan Arah” itu telah ditonton lebih dari 21,5 ribu kali dan menuai ribuan like dan ratusan interaksi.

Di balik candaan yang mengundang senyum, terselip pesan sederhana yang sampai ke masyarakat: mematuhi aturan lalu lintas bukan sekedar menghindari tilang, tetapi menjaga keselamatan.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait