Sementara itu, narasumber Prof. Ganefri, Ph.D. menekankan peran perguruan tinggi sebagai penggerak ekosistem halal. Menurutnya, kampus memiliki sumber daya manusia, fasilitas, kemampuan menghasilkan inovasi, serta jejaring dengan masyarakat dan dunia usaha yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jaminan produk halal.
āKenapa perguruan tinggi terlibat dalam penyelenggaraan produk halal? Karena kita di perguruan tinggi punya segalanya: sumber daya manusia, fasilitas sarana dan prasarana, kemampuan menghasilkan ilmu pengetahuan dan inovasi baru, literasi untuk membangun kesadaran akan pentingnya budaya halal, kemampuan memberdayakan masyarakat menuju kemandirian halal, serta hubungan yang baik dengan dunia usaha dan dunia industri,ā jelas Ganefri.
Selain Zona KHAS Lapau UNP, kegiatan tersebut juga menjadi ruang penguatan kerja sama internasional melalui LHLN KUHCA. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan jaminan produk halal sekaligus memperluas jejaring UNP di bidang halal.
Melalui program tersebut, UNP memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ekosistem halal nasional, sekaligus mendukung SDG 3, SDG 8, SDG 9, dan SDG 17 melalui aspek kesehatan, pertumbuhan ekonomi, inovasi, serta kemitraan. (000/unp)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





